Lia Istifhama Dorong Revisi UU Kebencanaan untuk Perkuat Penanggulangan Bencana
Sumber Foto: News Satu
Nasional

Lia Istifhama Dorong Revisi UU Kebencanaan untuk Perkuat Penanggulangan Bencana

Kanal News Day - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menilai kepemimpinan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menunjukkan kombinasi ketegasan dan empati yang dibutuhkan dalam penanganan bencana nasional.

Bagi Lia, Suharyanto bukan sekadar pejabat negara, melainkan figur pemimpin yang konsisten sejak awal karier militernya hingga kini memimpin lembaga strategis penanggulangan bencana.

“Saya mengenal beliau sejak masih menjabat sebagai Pangdam. Dari dulu beliau dikenal tegas, tetapi sangat humanis,” ujar Lia saat ditemui di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Lia, karakter kepemimpinan Suharyanto terlihat nyata dalam setiap respons kebencanaan. Ia menyebut Kepala BNPB tidak hanya mengandalkan laporan di meja, tetapi hadir langsung memastikan kebutuhan warga terdampak benar-benar terpenuhi.

Hal tersebut terlihat saat BNPB menyalurkan bantuan kepada penghuni hunian sementara (huntara) di Peureulak Barat, Aceh Timur, di tengah bulan Ramadan. Bantuan berupa sembako, kasur, matras, kompor, hingga kipas angin diberikan untuk mendukung penyintas banjir dan longsor.

“Beliau selalu memastikan bantuan tidak hanya simbolis. Detail kebutuhan warga diperhatikan. Itu yang membuat saya melihat beliau sebagai pemimpin lapangan, bukan hanya administratif,” tegasnya.

Lia menambahkan, dalam situasi darurat, keputusan cepat sangat krusial. Namun, menurutnya, ketegasan saja tidak cukup tanpa sentuhan kemanusiaan.

“Penanganan bencana itu butuh disiplin, tapi juga butuh hati. Dan saya melihat dua hal itu ada pada beliau,” ungkapnya.

Aktivis Perempuan NU ini menilai latar belakang militer Suharyanto menjadi modal penting dalam memastikan koordinasi berjalan efektif, sementara pendekatan humanis memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

“Saya harap sinergi antara BNPB dan pemangku kepentingan terus diperkuat. Sebab, tantangan kebencanaan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan dinamika sosial,” tandasnya.

Menurutnya, penguatan sistem tidak hanya pada aspek operasional, tetapi juga regulasi. Lia mendorong adanya revisi Undang-Undang Kebencanaan agar sistem penanggulangan bencana nasional semakin kokoh dan adaptif.