Dilema Inflasi Bank of England Dihadapi dengan Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga
Bank of England (BoE) menghadapi tantangan baru terkait inflasi, terutama dalam sektor jasa, yang telah melampaui ekspektasi. Menurut Sanjay Raja dari Deutsche Bank, data inflasi yang dirilis untuk bulan Januari akan memberikan sinyal yang kurang nyaman bagi bank sentral Inggris ini.
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk sektor jasa dan inti tercatat lebih tinggi daripada proyeksi dari Monetary Policy Committee (MPC). Meskipun BoE masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, yakni di bulan Maret dan Juni, adanya momentum harga yang lebih kuat dapat memperlambat siklus pelonggaran kebijakan moneter, meskipun pemangkasan yang lebih dalam tetap dimungkinkan.
Dampak Inflasi Terhadap Kebijakan Suku Bunga
“Secara keseluruhan, laporan inflasi bulan Januari akan menjadi sedikit tidak nyaman bagi BoE. Meskipun momentum harga menunjukkan adanya pelambatan, laju penurunannya tidak secepat yang diperkirakan oleh MPC,” ungkap Raja. Dia menjelaskan bahwa IHK umum hampir satu persepuluh lebih kuat dari proyeksi, dan untuk sektor jasa, angkanya bahkan hampir 0,25 poin persentase lebih tinggi di awal tahun ini.
Raja menambahkan, “Apa artinya ini bagi BoE? Pemangkasan suku bunga pada bulan Maret tidak bisa dianggap pasti. Namun, dengan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja, kami tetap mempertahankan skenario dasar ini.”
Proyeksi dan Risiko Kebijakan Moneter
Deutsche Bank mempertahankan proyeksi untuk dua kali pemangkasan suku bunga dalam tahun ini, dengan fokus pada bulan Maret dan Juni. Meski begitu, mereka juga mencatat bahwa risiko cenderung mengarah pada pelonggaran yang lebih lambat namun lebih dalam.
Estimasi yang terkait dengan ekspektasi inflasi menunjukkan kemungkinan adanya penurunan yang berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang, yang dapat menjadi dorongan positif bagi MPC dalam mengambil keputusan kebijakan.




