Dukungan Yordania untuk Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza
Sumber Foto: RM.ID
Internasional

Dukungan Yordania untuk Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza

Kanal News Day - Dark/Light Mode

Internasional

A+ A-

RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, mendapat dukungan dari Yordania. Kabar tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II, di Istana Basman, Amman, Yordania, Rabu sore (25/2/2026) waktu setempat.

Sugiono menerangkan, Yordania berkomitmen mendukung pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, melalui Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). “Yordania siap memberikan dukungan dan support kepada Indonesia pada saat nanti kita mengirimkan pasukan,” terangnya, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Menurut Sugiono, dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara juga membahas sejumlah hal teknis terkait kerja sama militer. Indonesia dan Yordania sepakat untuk saling membantu sesuai kebutuhan, termasuk menindaklanjuti kerja sama yang sebelumnya dibahas saat kunjungan Raja Yordania ke Jakarta, 14-15 November 2025.

“Ada beberapa progres yang berjalan dan akan ada follow-up di beberapa hal yang masih dibutuhkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Indonesia menjadi satu dari lima negara yang berkomitmen mengirim pasukan ke ISF. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai Wakil Komando ISF di bidang operasi. Sebanyak 8.000 prajurit TNI akan dikirim secara bertahap.

Baca juga : Wujudkan Kota Pintar, IKN Dapat Hibah 41 M dari Amerika

Pemerintah menegaskan, misi tersebut bukan operasi militer tempur, melainkan misi perdamaian dan kemanusiaan untuk melindungi warga sipil serta memastikan stabilitas pascakonflik.

TNI AD menargetkan, 8.000 prajurit dalam kondisi siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026. Namun demikian, jadwal keberangkatan tetap menunggu keputusan politik negara serta mekanisme internasional yang berlaku.

“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026 dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Donny Pramono.

Dalam pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II, dibahas banyak hal mengenai kondisi Gaza dan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. “Menindaklanjuti rapat pertama BoP dengan Arab Saudi, UAE, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan negara tepi barat lain sesama anggota BoP,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026)

Teddy menerangkan, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II membahas penguatan peran Indonesia dan Yordania dalam menangani situasi di Gaza. Yordania memiliki posisi strategis dalam mendukung akses kemanusiaan maupun diplomasi kawasan. “Yordania adalah salah satu pintu masuk melalui darat, laut dan udara,” lanjutnya.

Baca juga : Soal Impor 105 Ribu Mobil Dari India, Kemenhan Sampaikan Penjelasan

Selain itu, kedua pemimpin negara turut membahas solusi jangka panjang atas konflik Palestina-Israel. Menurut Teddy, pembahasan tersebut menegaskan bahwa Indonesia dan Yordania memiliki pandangan yang sejalan dalam mendorong penyelesaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. “Pembahasan mengenai two-state solution,” terang Teddy

Palestina juga membuka diri terhadap BoP. Otoritas Palestina membentuk Kantor Penghubung (Liaison Office) untuk memfasilitasi koordinasi dengan BoP

Wakil Presiden Palestina Hussein Al Sheikh dalam surat kepada Perwakilan Tinggi BoP untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menyampaikan pembentukan kantor tersebut berada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa.

"Dengan ini kami secara resmi memberitahukan kepada Anda bahwa Otoritas Palestina telah membentuk Kantor Penghubung di bawah kepemimpinan Yang Mulia Dr Mohammad Mustafa, Perdana Menteri Palestina," demikian isi surat tersebut.

Al Sheikh menyatakan, Otoritas Palestina siap bekerja sama dalam menjalankan tanggung jawab di Jalur Gaza, sejalan dengan komitmen melaksanakan 20 poin Rencana Damai Presiden AS Donald Trump dan Resolusi DK PBB Nomor 2803.

Baca juga : Urusan Dagang, Trump Dinilai Mencla-mencle

"Ini adalah langkah-langkah transisi nyata yang akan berkontribusi untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina sekaligus menyediakan layanan keamanan dan pemerintahan tanpa menciptakan dualitas pemerintahan, hukum, dan keamanan bagi rakyat kami di Gaza dan Tepi Barat," ujar Al Sheikh.

Indonesia pun menyatakan dukungan penuh pembentukan kantor penghubung tersebut guna mempermudah komunikasi dan koordinasi dengan BoP dalam upaya menjaga stabilitas di Gaza dan Tepi Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Prabowo Subianto

Gaza

Yordania

Pasukan Perdamaian

Menteri Luar Negeri

Sugiono

Presiden Prabowo

Berita Lainnya

BRI Cetak Laba Rp 57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah Dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat

Ekonomi Bisnis

Dubes RI Untuk Singapura Hotmangaraja Pandjaitan, Kuliner Nusantara Meriahkan Bazaar Ramadan Geylang

Internasional

Rycko Menoza: Ini Momentum Mendorong Daya Saing Industri Otomotif

Blak-Blakan

Komisi XI: Hadirkan Optimisme

Parlemen

Siapkan 4 Jurus, Menhub Targetkan Zero Accident

Government Action

Negara Hadir Untuk Pulihkan Aceh Utara

Government Action