BKT Jaktim Menjadi Destinasi Ngabuburit Takjil Ramadan
Sumber Foto: merahputih.com
Lifestyle

BKT Jaktim Menjadi Destinasi Ngabuburit Takjil Ramadan

Merahputih.com - Aroma gurih bakwan yang baru diangkat dari penggorengan beradu dengan manisnya aroma kolak pisang mengepul di sepanjang jalur pedestrian Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur. Kamis (19/2) sore. Kawasan ini tiba-tiba berubah menjadi panggung besar bagi para pemburu takjil yang merayakan hari pertama Ramadan dengan penuh antusiasme.

Sembari menunggu azan Magrib berkumandang, ribuan pasang mata menyisir deretan lapak yang menjajakan aneka warna es buah hingga kue basah yang tertata rapi.

Magnet Kuliner dari Luar Wilayah

Kawasan BKT tidak lagi sekadar tempat berolahraga, melainkan telah menjelma menjadi sentra takjil yang mampu menarik pengunjung dari luar area Jakarta Timur. Kerumunan remaja, pasangan, hingga rombongan keluarga terlihat duduk santai di tepi kanal, menikmati semilir angin sore sembari memegang kantong plastik berisi gorengan dan minuman segar.

Salah satu pengunjung, Safira (29), mengaku rela menyempatkan waktu di tengah aktivitas kerjanya demi berburu menu berbuka di lokasi ini.

"Saya dari Cikarang. Kebetulan emang kerjanya sekitar sini. Cari takjil dulu sama teman kerja karena di sini emang terkenal banyak makanan bukaan. Ada banyak menu viral juga seperti dimsum dan es buah creamy," ungkap Safira dikutip Antara.

Senada dengan Safira, pengunjung lain bernama Dini (29) memilih BKT sebagai lokasi ngabuburit karena suasananya yang dianggap lebih hidup dan variatif.

"Di sini pilihannya lengkap dan suasananya enak buat ngabuburit. Sekalian jalan-jalan sore, juga adem, makanan dan takjil juga banyak pilihannya," tutur warga Duren Sawit tersebut.

Laba Berlipat di Balik Segarnya Es Buah

Ramainya pengunjung menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang menggelar lapak di sepanjang jalur hijau tersebut. Omzet penjualan melonjak drastis seiring dengan tingginya minat masyarakat mencari menu takjil yang praktis dan menggugah selera.

Transformasi BKT menjadi pasar kaget dadakan ini memberikan napas segar bagi perekonomian warga lokal selama bulan suci.

Ahmad (40), seorang pedagang es buah, merasakan langsung dampak positif dari keramaian di hari pertama puasa ini. Peningkatan jumlah pembeli diakuinya terjadi sejak pukul 16.00 WIB.

"Kalau hari biasa paling puluhan porsi, sekarang bisa dua sampai tiga kali lipat. Alhamdulillah biasanya ramai terus menjelang buka," kata Ahmad sembari sibuk melayani pembeli.

Meskipun volume pejalan kaki dan pembeli meningkat tajam, situasi di lapangan tetap terkendali. Arus lalu lintas di jalur utama yang bersinggungan dengan kawasan BKT terpantau tetap lancar tanpa ada hambatan berarti hingga menjelang waktu berbuka puasa.