GoFood Permudah Pendaftaran UMKM Kuliner di Bandung dalam 5 Menit
Sumber Foto: Zona Priangan
Lifestyle

GoFood Permudah Pendaftaran UMKM Kuliner di Bandung dalam 5 Menit

Kanal News Day - ZONA PRIANGAN – GoFood, layanan pesan-antar makanan dari ekosistem Gojek yang berada di bawah naungan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO), kembali memperluas komitmennya dalam mendorong transformasi digital pelaku UMKM kuliner. Melalui inisiatif Maju Bersama GoFood, ratusan pelaku usaha di Bandung dan sekitarnya diajak untuk bergabung menjadi mitra merchant secara praktis hanya dalam waktu lima menit.

Program yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Makassar pada akhir 2025 ini kini menyasar Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan potensi UMKM kuliner terbesar di Indonesia. Bandung dipilih karena dikenal sebagai kota kreatif dengan pertumbuhan usaha makanan dan minuman yang dinamis.

Pendaftaran Cepat, Digitalisasi Lebih Mudah

Melalui aplikasi GoFood Merchant, pelaku usaha cukup mengunduh aplikasi, mengisi data KTP serta nomor rekening, dan proses pendaftaran dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Inovasi ini dirancang untuk memangkas hambatan administratif yang selama ini kerap menjadi kendala digitalisasi UMKM.

VP of Sales Gojek, Dani Oktobianto, menegaskan bahwa kemudahan ini merupakan bagian dari misi perusahaan dalam menyederhanakan akses teknologi bagi masyarakat.

“Inovasi ‘Daftar GoFood Hanya Perlu 5 Menit’ kami hadirkan agar pelaku UMKM, khususnya di Bandung dan Jawa Barat, dapat lebih cepat masuk ke ekosistem digital. Kami ingin proses transformasi usaha mereka menjadi lebih praktis dan inklusif,” ujarnya di Bandung, Kamis 26 Februari 2026.

Tak hanya itu, GoFood juga menghadirkan fitur scan menu, yang memungkinkan mitra usaha cukup memotret daftar menu fisik untuk kemudian secara otomatis diunggah ke halaman toko digital mereka. Fitur ini dinilai mampu menghemat waktu sekaligus membantu pelaku usaha yang belum terbiasa dengan pengelolaan platform digital.

Potensi Besar, Tantangan Digitalisasi Masih Tinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2024, dari 4,85 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia, baru sekitar 33,13 persen yang memanfaatkan internet untuk promosi, penjualan, maupun transaksi pembayaran. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha masih berada di tahap awal transformasi digital.