UMKM Kuliner Dapur Duo Bunda Siap Penuhi Permintaan Kue Lebaran
Kanal News Day - RRI.CO.ID, Padang: Sektor kuliner menjadi salah satu bidang yang paling dinamis, terutama menjelang momen hari besar keagamaan seperti Idulfitri. Permintaan kue kering, bolu, dan aneka camilan rumahan meningkat tajam, membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan omzet.
Di tengah geliat tersebut, UMKM Dapur Duo Bunda yang berlokasi di kawasan Pegambiran, Kecamatan Lubuk Begalung, menjadi salah satu UMKM kuliner yang konsisten memproduksi aneka kue Lebaran. Dalam satu musim Ramadan, usaha ini mampu mencatat ratusan pesanan, terutama untuk varian nastar dan putri salju yang menjadi favorit pelanggan.
Owner Dapur Duo Bunda, Sri Juwita Dewi saat menjadi narasumber dalam Program Pojok UMKM pro 4 RRI Padang mengatakan usaha yang telah berjalan kurang lebih empat tahun ini awalnya fokus pada produksi kue kering untuk momen Lebaran. Seiring waktu, dapur produksinya juga menghadirkan menu harian seperti bolen, donat, roti, dan bolu agar operasional tetap berjalan sepanjang tahun.
“Kalau Lebaran memang fokusnya ke cookies. Tapi untuk harian ada bolen dan donat juga yang dijual di outlet,” ujarnya.
Tahun ini, varian kue kering yang ditawarkan antara lain nastar klasik, nastar keju, putri salju, wafer cookies, serta aneka cookies cokelat. Selain itu, tersedia camilan stik seperti stik kentang, stik bawang, dan stik keju.
Untuk kemasan 500 gram, harga kue kering dibanderol mulai Rp85 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jenisnya. Sementara camilan stik kemasan 300 gram dijual sekitar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu.
Menurut Sri Juwita, nastar dan putri salju masih menjadi produk terlaris setiap tahunnya. Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan, Dapur Duo Bunda membuka sistem reseller sejak sebelum Ramadan tanpa membatasi jumlah pendaftar, namun tetap menetapkan batas waktu pemesanan.
“Biasanya dua minggu sebelum Lebaran sudah kami tutup order supaya semua pesanan bisa selesai tepat waktu,” katanya. Pada puncak produksi, khususnya untuk bolu, pesanan bisa mencapai sekitar 200 loyang.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, Sri Juwita dibantu dua hingga tiga tenaga tambahan selama Ramadan, sementara di hari biasa hanya satu orang yang membantu di dapur. Dengan pengalaman hampir empat tahun dan permintaan yang terus meningkat setiap musim Lebaran, Sri Juwita berharap Dapur Duo Bunda dapat terus berkembang serta menjadi pilihan masyarakat untuk sajian khas hari raya maupun camilan harian.




