TNI Kirim 8.000 Prajurit untuk Mendukung Misi Perdamaian di Gaza
Share
BERITAKALTIM.CO-Pengamat sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai jumlah 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikirim untuk misi perdamaian di Gaza sudah ideal.
Jumlah tersebut dinilai proporsional karena personel TNI akan menjalankan berbagai tugas dalam misi perdamaian yang berskala besar. Salah satu tugas utama adalah membersihkan puing bangunan dalam jumlah besar akibat peperangan.
“Secara skala, angka ini proporsional mengingat mandat ISF yang sangat masif, yaitu mengawal demiliterisasi, mengamankan proses pembersihan 70 juta ton puing reruntuhan, hingga melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah,” kata Fahmi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, jumlah personel tersebut masih dimungkinkan bertambah menyesuaikan dinamika serta kebutuhan di lapangan.
Menurut Fahmi, pengiriman pasukan dalam jumlah besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi TNI. Pasalnya, operasi tersebut termasuk salah satu misi perdamaian dengan jumlah personel cukup besar yang pernah dijalankan TNI.
Ia menegaskan, para personel harus mendapatkan dukungan fasilitas operasional dan logistik yang memadai selama menjalankan tugas.
Tidak hanya dukungan internal dari TNI, kekuatan logistik dari koalisi multinasional juga dinilai berpengaruh dalam menopang kebutuhan pasukan di wilayah dengan infrastruktur yang telah hancur akibat konflik.
Namun demikian, Khairul meyakini negara-negara yang tergabung dalam koalisi BoP akan memberikan dukungan penuh kepada ISF dan TNI dalam menjalankan operasi perdamaian di Gaza.
ANTARA|Wong|Ar
8.000 prajurit TNI Gaza Khairul Fahmi ISESS operasi perdamaian TNI pasukan TNI ke Gaza TNI misi perdamaian Gaza
245
Share
arif rahmadani 1252 posts 0 comments
Prev Post
KPK periksa PPK Dinkes Lampung Tengah pada kasus Ardito Wijaya
Next Post
Bupati Kukar Tekankan Akurasi Data untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Peternakan




