Tantangan Kesenjangan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Tantangan Kesenjangan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia

Kesenjangan akses pendidikan antar daerah di Indonesia masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan hingga saat ini. Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menentukan arah kemajuan bangsa. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua daerah memiliki kesempatan dan fasilitas pendidikan yang sama. Daerah perkotaan umumnya memiliki akses pendidikan yang lebih baik dibandingkan wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Di Papua, misalnya, masih terdapat siswa yang harus berjalan kaki selama 2-3 jam melewati bukit dan sungai hanya untuk tiba di sekolah. Di Nusa Tenggara Timur,masih ada beberapa ruang kelas masih berdinding anyaman bambu dengan atap yang bocor sehingga proses belajar mengajar sering terhambat ketika hujan datang, ada guru honorer yang rela naik perahu 2 jam demi mengajar, dan tidak sedikit siswa yang belajar di bawah lampu petromaks karena ketiadaan listrik. Semangat mereka menjadi tamparan bagi kita yang sering mengeluh mengerjakan tugas sambil duduk nyaman di depan layar. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi perubahan kurikulum yang cukup sering berganti mengikuti kebijakan menteri pendidikan pada setiap periode pemerintahan. Akibatnya, daerah terpencil cenderung lebih lambat dalam menyesuaikan diri dengan kurikulum baru.(Lestari,2025)

Faktor penyebab ketimpangan pendidikan dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama, keterbatasan akses dan infrastruktur pendidikan yang memadai masih menjadi tantangan besar. Kedua, kondisi geografis antara pulau satu dengan pulau yang lainnya memiliki jarak tempuh yang lama,sering kali akses jalan yang di lalui hanya dapat menggunakan jalur laut untuk sampai ke sekolah . Ketiga, keterbatasan jumlah guru. Mayoritas guru lebih memilih mengajar di perkotaan, sementara sangat sedikit yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil hal ini menyebabkan distribusi guru tidak merata.

Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pendidikan di daerah terpencil antara lain: (1) pemerataan pembangunan sekolah dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, (2) peningkatan akses transportasi dan penanganan kendala geografis, serta (3) pemetaan kebutuhan guru dan peningkatan kualitas guru lokal agar keberlangsungan pendidikan dapat terjamin.

Daftar Referensi:

1.Firdaus,K.,&Ritonga,M(2024).Peran Teknologi Dalam Mengatasi Krisis Pendidikan di Daerah Terpencil.Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurus Sekolah,9(1),43-57.

2. Lestari,M.(2025). Ketimpangan Sosial, akses pendidikan di daerah 3T : Realita yang terlupakan. Kumparan.

3 . Rahmadani,Imam,Fitri,2020.Pendidikan di daerah Kepulauan Terpencil: Potret Siswa, Guru,dan Sumber Belajar.Jurnal Pendidikan Edutama.7(1):75-84

4. Septiana,Y.M.,Solfema,S.,& Putri,L.D.(2024).Upaya dalam Pemerataan pendidikan di Daerah Terpencil.Jurnal kajian Dan Penelitian Umum,2(6),162-169