Semarak Ramadan di Kotim: Bazar UMKM Tawarkan Beragam Kuliner
SAMPIT – Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terasa lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Bupati Halikinnor saat meninjau bazar Pasar Ramadan yang dipadati pelaku UMKM dan masyarakat.
Menurutnya, perbedaan paling mencolok tahun ini terlihat dari jumlah dan variasi dagangan yang ditawarkan. Stand-stand dan tenda pedagang disebut lebih banyak, dengan pilihan menu yang jauh lebih beragam dibandingkan Ramadan sebelumnya.
“Kalau kita lihat dari yang dijual oleh para pedagang UMKM itu bervariasi. Jadi mungkin tahun ini lebih banyak pilihan bahkan lebih banyak stand-stand atau tenda-tenda yang dibuka,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Ia berharap keberadaan bazar Pasar Ramadan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kotim, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Momentum Ramadan dinilai bukan hanya milik umat Muslim, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan seluruh lapisan masyarakat.
“Harapan kita dengan adanya bazar Pasar Ramadan ini bisa memenuhi kebutuhan khususnya masyarakat kita di Kabupaten Kotim baik yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa,” katanya.
Halikinnor mencontohkan, pada hari-hari biasa di luar Ramadan, masyarakat cukup sulit menemukan kue tradisional seperti bingka atau amparan tatak karena hanya diproduksi oleh segelintir pelaku usaha. Namun saat Ramadan, produksi meningkat drastis sehingga pilihan menjadi lebih banyak dan mudah dijangkau.
“Karena pada saat bulan Ramadan ini biasanya kalau di luar bulan Ramadan kita mencari kue-kue tradisional misalnya seperti bingka atau amparan tatak itu agak susah karena hanya beberapa yang memproduksi. Tapi pada saat Ramadan ini dia akan banyak sekali jadi banyak pilihan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa bazar Ramadan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku UMKM. Selain memeriahkan bulan suci, kegiatan ini menjadi momentum peningkatan pendapatan pedagang, terutama usaha kecil yang mengandalkan penjualan musiman.
“Jadi tidak hanya yang berpuasa, yang tidak berpuasa pun yang saudara-saudara kita yang non-muslim juga pasti akan memanfaatkan momen ini. Jadi harapan kita dengan adanya ini di samping untuk memeriahkan bulan suci Ramadan, memenuhi kebutuhan takjil bagi yang berpuasa maupun juga meningkatkan perkembangan masyarakat kita, maksudnya pedagang UMKM kita,” pungkasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi UMKM yang semakin luas, Pemerintah Kabupaten Kotim optimistis Ramadan tahun ini tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian rakyat di daerah tersebut.




