Sego Godhog Pak Pethel: Kuliner Malam Legendaris yang Selalu Dinantikan di Jogja
Sumber Foto: VIVA Jogja
Lifestyle

Sego Godhog Pak Pethel: Kuliner Malam Legendaris yang Selalu Dinantikan di Jogja

Share :

VIVA Jogja - Bagi pecinta kuliner malam di Yogyakarta, nama Sego Godhog Pak Pethel tentu sudah tidak asing. Warung legendaris ini dikenal dengan cita rasa khas dan antrean panjang yang hampir selalu terjadi setiap malam. Bahkan, untuk menikmati seporsinya, pengunjung rela menunggu berjam-jam. Warung ini telah berdiri sejak 1986.

Baca Juga

Solo Baru Punya Rahasia Malam: Tumpang Koyor yang Diam-Diam Dikuasai “Old Money”

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1990, menu sego godhog mulai diperkenalkan. Kala itu, harga seporsinya hanya Rp125. Sego godhog yang berarti nasi rebus dalam bahasa Indonesia awalnya dikenal sebagai hidangan pengusir masuk angin. Namun, siapa sangka, sajian sederhana ini justru berkembang menjadi kuliner favorit warga lokal hingga wisatawan.

Nama “Pethel” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti rajin. Banyak pelanggan menilai nama tersebut mencerminkan sosok pemiliknya, Slamet, yang dikenal tekun dan konsisten menjaga kualitas rasa sejak awal berjualan. Sekilas, sego godhog memiliki kemiripan dengan bakmi godhog. Bedanya, hidangan ini menggunakan nasi sebagai bahan utama.

Baca Juga

Kuliner Malam Legendaris Jogja! Bubur Pawon Ini Laris Manis Sampai Dini Hari

Seporsi sego godhog berisi nasi, bihun, potongan daging ayam, telur, serta sayuran yang dimasak dalam kuah panas gurih. Bagi yang ingin sensasi lebih kuat, tersedia pilihan pedas. Kuah panas dengan cabai melimpah dipercaya mampu menghangatkan tubuh dan meredakan masuk angin. Keunikan lain terletak pada proses memasaknya.

Hingga kini, semua menu masih diolah secara tradisional menggunakan anglo. Bara api dijaga tetap menyala dengan kipasan tangan, menciptakan aroma khas yang sulit ditiru. Untuk membuat 12 porsi, dibutuhkan sekitar satu jam dengan tiga anglo sekaligus.

Baca Juga

Jelajah Kuliner Malam di Kota Jogja, Ini 10 Rekomendasinya!

Warung ini mulai buka pukul 19.00 WIB dan menjadi destinasi favorit makan malam. Karena tingginya minat, pembeli biasanya memesan lebih dulu melalui telepon atau SMS sejak siang hari. Pelanggan bisa menikmati porsi besar.

Tersedia dua pilihan mangkuk, yakni standar dan jumbo. Mangkuk jumbo diperuntukkan bagi pembeli yang ingin tambahan lauk seperti ceker, kepala, atau ati ampela. Bahkan, pelanggan juga bisa memesan setengah porsi. Uniknya, warung ini tidak menyediakan minuman dingin.

Semua minuman disajikan hangat dengan gula batu. Perpaduan tradisi, rasa, dan suasana sederhana menjadikan Sego Godhog Pak Pethel sebagai salah satu ikon kuliner Jogja yang wajib dicoba.

Share :