Renovasi RTLH Melalui Gotong Royong untuk Kurangi Kesenjangan Sosial
Sumber Foto: ANTARA News
Sosial

Renovasi RTLH Melalui Gotong Royong untuk Kurangi Kesenjangan Sosial

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan gotong royong renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dilakukan untuk menekan kesenjangan sosial.

"Kita mulai merenovasi rumah tidak layak huni di Kelurahan Menteng, Jakarta melalui program gotong royong merenovasi rumah untuk rakyat," ujar Ara di Jakarta, Rabu.

Dia meninjau progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Rabu (3/12). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perbaikan rumah warga berlangsung cepat dan melibatkan gotong royong pemerintah daerah serta masyarakat.

Ia juga meminta segera disiapkan 30 unit rumah tambahan untuk direnovasi guna menekan kesenjangan sosial di kawasan tersebut.

"Tadi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga sudah menyatakan siap membantu gotong royong untuk memperbaiki sarana dan prasarana di sekitar rumah yang diperbaiki," ujarnya.

Sapri, salah satu penerima manfaat, menyampaikan terima kasih atas perbaikan rumah warisan keluarganya yang dibangun tahun 1965 dan masih berdinding kayu serta bilik bambu. Ia bersyukur karena keluarga mendapat fasilitas kontrakan sementara tanpa biaya selama renovasi berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut Ara juga mendorong masyarakat untuk terus mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar masyarakat kelas menengah bisa naik kelas.

"Program peningkatan kualitas permukiman harus berjalan berdampingan dengan penguatan ekonomi warga. Ketika masyarakat bekerja bersama memperbaiki rumah, UMKM di lingkungan tersebut juga bisa berkembang. Ini ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

Dia mendorong agar warga yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah bersubsidi maupun kredit pembiayaan renovasi, sehingga kualitas hunian dapat meningkat tanpa membebani ekonomi keluarga.

"Kami ingin memastikan peningkatan hunian tidak hanya mengandalkan bantuan fisik, tetapi juga akses pada pembiayaan perumahan. Seperti sekarang ketika warga bergotong royong, UMKM ikut hidup. Misalnya pedagang nasi goreng di sini kehadirannya bukan hanya soal makanan, tetapi bagian dari penggerak ekonomi lingkungan sekitar " katanya.