Proses Evakuasi KA Bandara Soekarno-Hatta Pasca Kecelakaan dengan Truk di Tangerang
Sumber Foto: detikNews
Jalur Berita

Proses Evakuasi KA Bandara Soekarno-Hatta Pasca Kecelakaan dengan Truk di Tangerang

Tangerang - Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta telah melakukan evakuasi terhadap Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di lintas Rawabuaya-Batuceper. Sebagai langkah awal, KAI mengerahkan kereta penolong untuk mendukung proses evakuasi.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut, tim segera diaktifkan untuk menangani situasi. "Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada korban, mengamankan area, serta mempercepat proses penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan," ujarnya.

Proses Penanganan Kecelakaan

Pada pukul 09.40 WIB, sebagian rangkaian KA Bandara yang terlibat kecelakaan telah berhasil diberangkatkan menuju Stasiun Kalideres dan tiba pada pukul 09.49 WIB. Proses pemulihan jalur kemudian dilanjutkan hingga dinyatakan aman untuk dilalui.

Franoto menambahkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung dan tim KAI Daop 1 tetap berada di lokasi kejadian. "Belum selesai, kereta masih dalam proses evakuasi. Truk sudah dievakuasi pada pukul 10.50 WIB," jelasnya.

Kronologi Kejadian

KA Bandara terlibat kecelakaan dengan truk sekitar pagi hari di lintas Rawabuaya-Batuceper. Laporan mengenai kejadian ini diterima pada pukul 06.06 WIB, dan petugas pertama tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WIB untuk melakukan penilaian awal terhadap kondisi jalur dan sarana.

Tim tanggap darurat kemudian dikerahkan untuk melakukan pengamanan lokasi, serta memeriksa rel, bantalan, dan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) yang terdampak akibat benturan. Demi keselamatan petugas dan proses evakuasi, aliran listrik pada jalur yang terkena dampak dimatikan sementara sekitar pukul 07.25 WIB.

Pada pukul 08.30 WIB, dilakukan penurunan muatan truk untuk mempercepat proses pengangkatan. Muatan tersebut selesai diturunkan pada pukul 09.05 WIB, dan kendaraan derek yang tiba pada pukul 08.56 WIB bersama alat berat lainnya langsung mengerjakan evakuasi badan truk dari jalur rel.

Keselamatan Pelanggan

Franoto mengungkapkan pemahaman akan dampak gangguan yang dialami oleh pelanggan. "Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh tim bekerja maksimal agar proses evakuasi dan pemulihan berjalan cepat, aman, dan terkendali, serta memastikan prasarana seperti jalur rel dan LAA benar-benar laik operasi sebelum perjalanan dinormalisasi," tutupnya.