Prabowo Dukung Visi Perdamaian Trump di Gaza
Sumber Foto: Tempo.co
Internasional

Prabowo Dukung Visi Perdamaian Trump di Gaza

Prabowo menyampaikan keyakinannya saat berpidato dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington D.C., Amerika Serikat pada Kamis, 19 Februari 2026. Acara itu dihadiri sekitar 20 pemimpin negara anggota Board of Peace, termasuk Prabowo dan Trump.

Menurut Prabowo, Dewan Perdamaian akan menghadapi banyak rintangan serta kesulitan dalam mencapai perdamaian. "Tetapi kami sangat optimistis visi perdamaian sejati ini akan tercapai dengan kepemimpinan Presiden Trump," kata Prabowo saat konferensi tingkat tinggi berlangsung.

Prabowo mengatakan Indonesia sudah sejak awal mempelajari rencana 20 poin untuk perdamaian Gaza yang diajukan Trump. Indonesia, kata dia, sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana tersebut. "Itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian, kami berkomitmen untuk keberhasilannya," tutur Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan harapan untuk perdamaian di Gaza dan solusi permanen untuk masalah Palestina. Mantan Menteri Pertahanan ini juga menegaskan kembali komtimennya untuk mengirim militer Indonesia ke Gaza untuk misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

Indonesia kini tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, melalui ISF. ISF sendiri direncanakan beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian pada Kamis kemarin, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden Prabowo. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang, tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata di Gaza.

Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.

Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menuai kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, misalnya, menilai keanggotaan dalam badan internasional besutan AS ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai rakyat Indonesia yang selama ini memihak Palestina.