Perundingan Damai Rusia-Ukraina Tanpa Terobosan
Pejabat Rusia dan Ukraina kembali duduk satu meja dalam putaran ketiga perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, Swiss.
Ceknricek.com–Pejabat Rusia dan Ukraina kembali duduk satu meja dalam putaran ketiga perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, Swiss.
Program & Acara TV
Pembicaraan ini digelar hanya beberapa hari sebelum perang Ukraina memasuki tahun keempat sejak invasi penuh Rusia pada 24 Februari. Hari pertama negosiasi yang berlangsung Selasa (17/2/26) disebut berlangsung tegang dan memakan waktu enam jam. Meski dialog berlanjut hingga Rabu, belum ada sinyal terobosan besar.
Negosiasi enam jam Media Rusia mengutip sumber anonim yang menyebut perundingan berlangsung “tegang”, digelar dalam format bilateral maupun trilateral, dan berjalan selama enam jam.
Delegasi Ukraina dipimpin oleh Rustem Umerov. Ia mengatakan pembahasan difokuskan pada “isu-isu praktis dan mekanisme solusi yang memungkinkan.”
Namun sebelum pembicaraan dimulai, Umerov meredam ekspektasi dengan menyatakan bahwa delegasi Ukraina bekerja “tanpa harapan yang berlebihan.
” Delegasi Rusia dipimpin oleh Vladimir Medinsky, ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan dalam pidato malamnya, “Kami siap bergerak cepat menuju kesepakatan yang layak untuk mengakhiri perang.”
Ia menambahkan bahwa dirinya menunggu laporan dari tim negosiasi di Jenewa dan mempertanyakan, “Pertanyaannya bagi Rusia adalah: sebenarnya apa yang mereka inginkan?”
Sementara itu, Amerika Serikat diwakili oleh utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sebelumnya turut memediasi pembicaraan tidak langsung dengan pejabat Iran di lokasi terpisah di kota yang sama.
Menurut juru bicara Kolonel Martin O’Donnell, Komandan militer AS dan pasukan NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich, serta Sekretaris Angkatan Darat AS Dan Driscoll juga dijadwalkan menghadiri diskusi dan bertemu dengan mitra Rusia dan Ukraina.
Di tengah pembicaraan damai, pertempuran belum mereda. Ukraina menuduh Rusia merusak upaya perdamaian dengan meluncurkan 29 rudal dan 396 drone dalam semalam sebelum negosiasi.
Sedikitnya sembilan orang terluka, dan menurut Zelenskyy, puluhan ribu warga di kota pelabuhan selatan Odesa kehilangan pemanas dan air mengalir.
Sebaliknya, Rusia mengklaim berhasil menangkis lebih dari 150 drone Ukraina, sebagian besar di wilayah selatan dan Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia.




