Pemerintah Diminta Klarifikasi Penggunaan Helm Biru untuk Pasukan Perdamaian di Gaza
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal meminta pemerintah Indonesia menjelaskan soal penggunaan helm berwarna biru untuk pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina.
Pasalnya, pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggunakan helm biru ketika bertugas di Gaza.
"Saya berpandangan perlu ada kejelasan dari pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza akan menggunakan helmet biru (blue helmet) sebagaimana biasanya pasukan perdamaian PBB," tulis Dino dalam platform media sosial X @dinopattidjalal, Jumat (20/6/2026).
Sebagai informasi, pasukan perdamaian PBB identik dengan ciri khas baret dan helm biru mereka saat bertugas.
Dilansir dari laman resmi PBB, warna biru pada helm maupun baret pasukan perdamaian PBB melambangkan perdamaian.
Warna tersebut disebut selaras dengan tugas mereka untuk menjaga dan mendorong perdamaian di bumi.
"Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa," sambungnya.
Di samping itu, Dino menilai adanya tantangan di lapangan dalam proses berjalannya Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Salah satu tantangan di lapangan adalah soal keamanan lewat pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force (ISF).
Ia menilai, kapasitas Palestinian Security Force yang akan dilatih Yordania dan Mesir yang akan ditugaskan menjaga keamanan di Gaza masih penuh tanda tanya.
"Roda aspek keamanan sudah mulai bergulir dengan pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force. Namun tantangan di lapangan khususnya terkait demiliterisasi masih sangat berat," tulis Dino.
8.000 Prajurit TNI Akan Gabung ISF
Dalam KTT Dewan Perdamaian atau Board of Peace, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan untuk bergabung dalam ISF.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah pasukan yang akan dikirim Indonesia mencapai 8.000 prajurit lebih jika dibutuhkan.
"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Prabowo berharap, kehadiran pasukan Indonesia di ISF dapat turut berkontribusi dalam perdamaian dunia.
"Kami siap menyumbangkan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk mensukseskan perdamaian ini," jelas Prabowo.
Sebagai informasi, pembentukan ISF didasari oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2803 yang disahkan pada 17 November 2025.
Pasukan ISF tersebut akan bergerak di bawah Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.
Menurut resolusi tersebut, tugas ISF adalah membantu mengamankan wilayah perbatasan dan menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza dengan memastikan proses demiliterisasi di Jalur Gaza.




