Pasar Ramadan Melak Ramai dengan Kuliner Tradisional dan Takjil
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Pasar Ramadan Melak Ramai dengan Kuliner Tradisional dan Takjil

RRI.CO.ID, Sendawar- Suasana Pasar Ramadan di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tampak ramai pada hari kedua pelaksanaannya. Sejak sore hari, warga mulai berdatangan untuk berburu aneka takjil dan hidangan berbuka puasa.

Lapak-lapak pedagang berjajar rapi menawarkan beragam menu, mulai dari gorengan hingga kue tradisional khas daerah. Salah satu pedagang, Siti, mengaku bersyukur karena dagangannya laris manis diserbu pembeli.

Ia menjual berbagai jenis gorengan dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah, tergantung jenisnya. Selain gorengan, Siti juga menyediakan aneka kue basah yang menjadi favorit warga.

“Alhamdulillah hari kedua ini lebih ramai dari kemarin. Gorengan paling cepat habis, apalagi risoles dan tahu isi. Harganya bervariasi, jadi pembeli bisa pilih sesuai selera,” kata Siti saat ditemui di lapaknya, Jumat 20 Februari 2026.

Ia juga menuturkan, sebagian kue yang dijual merupakan titipan warga sekitar. Menurutnya, Pasar Ramadan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut menambah penghasilan selama bulan suci.

“Ada beberapa kue seperti bingka dan lapis yang dititipkan warga untuk saya jual. Jadi sama-sama membantu,” ujarnya.

Tak hanya gorengan, sejumlah kuliner tradisional juga banyak diburu pengunjung. Lemang yang dimasak dalam bambu tampak diminati warga. Selain itu, kue amparan tatak dan lapis Jepang menjadi jajanan favorit yang cepat habis diserbu pembeli menjelang waktu berbuka.

Bingka juga menjadi salah satu kue yang paling dicari. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat kue khas ini selalu laris setiap sore. Banyak warga mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan.

Ramainya pengunjung pada hari kedua Pasar Ramadan Melak menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Selain menjadi tempat berburu takjil, pasar ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penggerak ekonomi warga selama bulan Ramadan.