Partai Golkar Bojonegoro Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Era Wahono-Nurul
Sumber Foto: SuaraBojonegoro.com
Nasional

Partai Golkar Bojonegoro Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Era Wahono-Nurul

Reporter : Sasmito Anggoro

​ SuaraBojonegoro.com – Perjalanan satu tahun perjalanan Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro, yaitu Setyo Wahono dan Nurul Azizah tepat pada tanggal 20 februari 2026 kemarin dan dipaparkan berbagai peningkatan yang cukup melejit dari sebelumnya terkait beberapa hal, diantaranya adalah capaian refleksi yang luar biasa dari misi visi yang dijalankan dalan fase satu tahun ini yaitu fase peletakan arah kebijakan sesuai visi-misi dalam RPJMD. Fokus utama kami adalah membangun sistem yang kuat serta melakukan transformasi pola pikir (mindset) di lingkungan birokrasi.

Salah satu capaian ini adalah Fokus utama terletak pada penguatan otot fiskal daerah dan transformasi Birokrasi untuk kesejahteraan masyarakat yang jauh lebih inklusif melalui strategi anggaran yang progresif.

Ketua DPD Partai Golkar (Golongan Karya) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Suprianto, melihat ada satu poin paling mencolok dalam lonjakan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2026, PAD diproyeksikan menembus angka Rp1,08 triliun, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2023 yang berada di angka Rp943 miliar.

Ahmad Supriyanto juga menerangkan bahwa, selama proses perjalanan awal, partai Golkar terus melakukan komunikasi aktif dengan pemerintah kabupaten Bojonegoro serta memberikan sumbang masukan dan juga masukan dan diskusi diskusi terkait kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah Wahono Nurul dalam setahun pertama ini, sehingga Pemkab Bojonegoro juga menunjukkan komitmen visioner dengan mengalokasikan Rp500 miliar khusus untuk Dana Abadi. Langkah strategis ini diambil guna menjamin stabilitas ekonomi dan pembangunan bagi generasi Bojonegoro di masa depan.

Baca Juga: Pencatatan Nontransaksional di Bojonegoro Masih Bolong, BPBJ Himbau Patuhi Regulasi

“Kami juga mengapresiasi Kepedulian terhadap Pemerintah daerah memberikan kenaikan insentif yang fantastis bagi para petugas lapangan seperti Marbot, Takmir, Jamaah Tahlil, Linmas, hingga Ketua RT/RW. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp22,1 miliar pada 2023, melonjak drastis hingga tiga kali lipat menjadi Rp65,9 miliar untuk tahun 2026,” Ujar Ahmad Suprianto.

Pria yang juga menjabat ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro ini juga menyampaikan dari hasil berbagai roda perjalanan pemerintahan juga menelurkan Investasi SDM yang Tak Main-main

Di sektor pendidikan, seperti meluncurkan terobosan melalui program BOSDA untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs dengan anggaran mencapai Rp17,3 miliar, serta dana beasiswa juga mengalami kenaikan masif dari Rp13,4 miliar menjadi Rp40,4 miliar.

Partai Golkar akan terus hadir dalam perjalanan pemerintahan Wahono-Nurul juga sebagai masukan dan penyeimbang program misi-visi Wahono Nurul dalam membangun Bojonegoro yang membahagiakan, makmur dan membanggakan ini, sehingga peran aktif partai Golkar harus terus hadir.

“Kami Keluarga besar Partai Golkar Bojonegoro mengucapkan selamat dan sukses atas satu tahun kepemimpinan Bapak Setyo Wahono dan Ibu Nurul Azizah. Kedepan sesuai dengan misia visi dan target arah pembangunan akan mampu memberikan pengabdian terbaik di masyarakat dalam membangun Bojonegoro baik secara insfrakr

ruktur maupun SDM,” Kata Pria yang biasa dipanggil Mas Pri ini, Sabtu (21/2/2026).

DPD Partai Golkar juga benar benar merasa takjub dengan beberapa program yang bisa berjalan dengan baik seperti Angkutan Pelajar Gratis, dan komitmen Universal Health Coverage (UHC) tetap menjadi prioritas utama. Dengan alokasi anggaran lebih dari Rp222 miliar, pemerintah memastikan seluruh warga Bojonegoro mendapatkan akses layanan kesehatan secara gratis dan berkualitas.

Baca Juga: Warga Sejahtera di Bojonegoro Masih Terima Bantuan Kemiskinan, Dapat Jadi Catatan Jumlah Warga Miskin, Stiker Penerima Bantuan Jadi Alternatif?

Mas Pri juga akan tetapi mendukung program program inovatif, guna mengentaskan kemiskinan mulai dari Kolega, Gayatri, hingga program Domba Kesejahteraan. Program fisik seperti Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi, hingga penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu terus dipacu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap rupiah dalam APBD Bojonegoro dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Dengan pondasi yang kuat ini, Bojonegoro kini tengah melaju kencang menuju daerah yang lebih makmur, mandiri, dan berdaya saing global,” lanjutnya.

​Sebelumnya Bupati Wahono, menerangkan bahwa pada tahun pertama ini merupakan fase peletakan arah kebijakan sesuai visi-misi dalam RPJMD. Fokus utama kami adalah membangun sistem yang kuat serta melakukan transformasi pola pikir (mindset) di lingkungan birokrasi.

​Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi yang cair dan kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jajaran kepala dinas diajak untuk terus berinovasi dan meninggalkan pola pikir komando yang kaku demi pelayanan publik yang lebih adaptif.

Pimpinan daerah ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang bersedia mendengar dan belajar demi kesejahteraan masyarakat.

​Apresiasi khusus turut disampaikan Bupati kepada Wakil Bupati atas sinergitas yang terjalin harmonis selama satu tahun masa jabatan.

Kebersamaan tersebut dinilai sebagai modal utama dalam menjalankan roda pemerintahan yang stabil. (Sas*)

Ahmad Supriyanto Dpd Partai Golkar Golkar Bojonegoro Pemerintahan wahono-nurul Pemkab Bojonegoro