Menhub Fokus pada Transportasi Jawa Timur untuk Mudik Lebaran 2026
SURABAYA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan jalur transportasi di Jawa Timur dalam rangka arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Dudy saat menghadiri rapat koordinasi yang diadakan di Grahadi, Surabaya, pada Jumat (20/2/2026), bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Kementerian Perhubungan akan membuka posko mudik yang beroperasi dari tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 di berbagai titik strategis di seluruh wilayah.
“Kami berharap segala persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat berjalan dengan baik,” ungkap Dudy.
Menurut Dudy, Jawa Timur menempati urutan ketiga secara nasional dalam hal pergerakan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan beberapa titik krusial yang perlu diperhatikan dalam jalur transportasi.
“Kami sudah menindaklanjuti permintaan Bu Gubernur untuk melakukan pemetaan di beberapa titik, termasuk penyeberangan, serta menambah kapasitas kapal,” jelasnya.
Selain itu, Dudy menjelaskan bahwa Hari Raya Nyepi di Bali dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada waktu yang hampir bersamaan. Untuk mengantisipasi hal ini, penyeberangan antara Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan ditutup sementara.
“Kami akan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penutupan pelabuhan ini agar mereka dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” lanjutnya.
Pihak Kementerian Perhubungan juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim untuk menyiapkan skema sistem langsung dan zona penyangga di area Pelabuhan Ketapang.
Dalam upaya mengurangi kemacetan, Kementerian Perhubungan akan membatasi operasional kendaraan sumbu tiga, seperti truk tronton dan truk trinton, kecuali untuk pengangkut sembako menjelang arus mudik Lebaran.
“Kami tidak melarang, tetapi membatasi, sehingga para pengusaha bisa menyiapkan kendaraan yang memiliki sumbu di bawah tiga,” terangnya.
Di jalur tol, Kementerian Perhubungan juga akan berkoordinasi dengan Korlantas untuk mengatur sistem contra flow, one way, dan kebijakan ganjil genap.
Berdasarkan survei, total pergerakan masyarakat di Indonesia selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,7 juta orang, angka ini lebih rendah 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Walaupun demikian, Kementerian Perhubungan tetap melakukan antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan jumlah pemudik yang melebihi prediksi.
“Meskipun survei kami menunjukkan angka sekitar 143 hingga hampir 144 juta, kami tetap harus siap menghadapi kemungkinan kenaikan jumlah pemudik,” tutup Dudy.




