Mconnect Perluas Akses Internet di Wilayah Terpencil Bali
Liputan6.com, Jakarta - Kesenjangan akses internet masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Di balik pesatnya perkembangan digital di kawasan perkotaan dan pusat pariwisata, sejumlah wilayah terpencil di pulau tersebut masih menghadapi keterbatasan infrastruktur konektivitas.
Menjawab tantangan tersebut, Mconnect hadir sebagai Internet Service Provider (ISP) yang berfokus memperluas akses internet ke wilayah-wilayah Pulau Dewata yang belum terjangkau, terisolir, dan kekurangan infrastruktur digital.
Sebagai bagian dari PT Mediatama Internusa Persada, Mconnect menempatkan pemerataan akses internet sebagai fondasi utama pengembangan bisnisnya. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan layanan internet, tetapi juga berkomitmen kuat membawa misi sosial untuk menghadirkan konektivitas yang layak, andal, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat di daerah yang selama ini minim sentuhan infrastruktur digital.
Direktur Utama PT Mediatama Internusa Persada, Ni Wayan Mari Asih, menegaskan bahwa internet berkualitas seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Kami melihat masih banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolir. Mconnect hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar masyarakat dapat menikmati manfaat transformasi digital secara merata,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan infrastruktur terbatas, Mconnect menghadirkan beragam solusi konektivitas. Salah satunya melalui Mconnect Wireless, layanan internet berbasis teknologi nirkabel yang dirancang khusus untuk menjangkau daerah terpencil dan belum terlayani akses internet.
Layanan Internet Berkecepatan Tinggi
Mconnect Fiber juga disiapkan bagi kawasan yang memungkinkan penggunaan layanan internet fiber optic berkecepatan tinggi, untuk pengalaman browsing, streaming, dan gaming tanpa hambatan.
Selain dua layanan tadi, masih ada Internet Residential & Corporate, yang memberikan layanan paket internet untuk kebutuhan rumah tangga dan perusahaan dengan fleksibilitas bandwith sesuai kebutuhan pelanggan.
Menurut Ni Wayan Mari Asih, pengembangan jaringan Mconnect dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kualitas layanan dan efisiensi biaya. “Kami membangun infrastruktur secara bertahap dan berkesinambungan, dengan tujuan menghadirkan pengalaman internet yang stabil, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” jelasnya.
Jadi Hub Digital Asia Pasifik, Indonesia Kembangkan Rute Kabel Laut Jakarta–Manado
PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur digital nasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk pengembangan rute kabel laut Jakarta–Manado sebagai bagian dari TGCS Phase 2 .
Sebelumnya, TIS membangun subsea cable TGCS Phase 1 yang menghubungkan Jakarta–Batam sebagai salah satu jalur strategis interkoneksi DC-to-DC, dan kini melanjutkan ekspansinya ke kawasan timur Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, ketahanan, dan jangkauan jaringan subsea cable nasional.
Pertumbuhan pesat data center di Jakarta, Batam, dan Surabaya, serta potensi besar di Makassar dan Manado, menjadikan kebutuhan akan konektivitas berkapasitas tinggi dengan latensi rendah semakin mendesak. Interkoneksi DC-to-DC menjadi elemen kritikal untuk memastikan ketersediaan layanan cloud, hyperscale, dan layanan digital secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami ingin memastikan TIS tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia,” kata Direktur Utama TIS, Revolin Simulsyah Sabtu (13/12/2025).
Dalam konteks ini, jaringan subsea cable memiliki peran penting dalam sistem telekomunikasi. Relatif terhadap infrastruktur terrestrial, kabel laut membawa 99% traffic data di dunia. Selain itu, subsea cable dapat berfungsi sebagai jalur proteksi untuk jaringan terrestrial, sehingga memastikan kontinuitas layanan apabila terjadi gangguan pada jaringan terrestrial.
Pengembangan rute Jakarta–Manado melalui TGCS Phase 2 menegaskan komitmen TIS dalam membangun backbone telekomunikasi Indonesia yang semakin kuat, andal, dan siap mendukung transformasi digital nasional.
Melalui penandatanganan LOI ini, TIS mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu digital hub terpenting di kawasan Asia Pasifik.
Kabel Laut jadi Tulang Punggung Komunikasi Papua, Nelayan Diminta Tak Merusak
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menggelar sosialisasi Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) khususnya rute Merauke-Timika yang sering mengalami gangguan, ke pemangku kepentingan perikanan tangkap di Bali, Senin (24/6/2024).
Kabel laut sejauh 8.800 kilometer itu menjadi tulang punggung infrastruktur komunikasi untuk wilayah Papua. Sejak akhir tahun 2017 sudah mengalami tujuh kali kerusakan dan intensitasnya meningkat dalam dua tahun kebelakang, khususnya kabel di wilayah Merauke yang diduga akibat aktivitas perikanan tangkap.
"Ini satu-satunya backbone yang berfungsi optimal sebagai tulang punggung komunikasi masyarakat di Papua. Karena itulah terbit surat edaran dari Ditjen Perikanan Tangkap yang meminta para pelaku usaha perikanan tangkap yang memanfaatkan ruang laut Timika dan Merauke untuk memperhatikan rute kabel laut ini," ungkap Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto dalam keterangan tertulis di Jakarya, Senin (24/6/2024).
Diungkapkannya, melalui surat edaran itu diharapkan para syahbandar di pelabuhan perikanan menyampaikan informasi adanya SKKL SMPCS dan pelaku usaha subsektor penangkapan ikan, pelaku usaha subsektor pengangkutan ikan untuk tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan pada alur SKKL SMPCS, khususnya di koridor Merauke-Timika, serta tidak menurunkan jangkar kapal pada area dimaksud.
“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Dinas Perikanan Kabupaten/Kota, Syahbandar di Pelabuhan Perikanan sebagai garda terdepan, saya harapkan dapat mensosialisasikan Surat Edaran tentang informasi alur kabel laut SMPCS tersebut, khususnya kepada pelaku usaha subsektor penangkapan ikan dan pelaku usaha subsektor pengangkutan ikan,” katanya.




