Indonesia Pionir Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, AS Tidak Terlibat
Sumber Foto: Liputan6.com
Internasional

Indonesia Pionir Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, AS Tidak Terlibat

Lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

Oleh Tim Global

Diterbitkan 20 Februari 2026, 13:16 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Tanya apapun tentang artikel ini...

Cari

Paling sering ditanyakan

Negara mana saja yang akan mengirim personel untuk International Stabilization Force (ISF) Gaza?

Apa tujuan utama pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza?

Di mana saja personel ISF akan ditempatkan di Jalur Gaza?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Pasukan stabilisasi untuk Gaza atau International Stabilization Force (ISF) mengumumkan lima negara pertama anggota Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace /BoP) yang mengirimkan pasukan perdamaian ke jalur Gaza.

Salah satunya adalah Indonesia. Namun,dari daftar lima negara yang menyatakan bakal mengirim pasukannya, tidak ada nama Amerika Serikat.

BACA JUGA: Berapa Banyak Kapal yang Lewati Selat Hormuz sejak Perang AS-Iran? Ini Datanya

BACA JUGA: IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

"Saya dengan gembira mengumumkan bahwa lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” ucap Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis pagi waktu setempat. Dilansir Antara, Jumat (20/2/2026).

Advertisement

Sebagaimana dipantau melalui siaran daring Gedung Putih di Jakarta, Kamis malam, Jeffers juga mengungkapkan, Mesir dan Yordania adalah dua negara anggota Dewan Perdamaian yang bersedia memberikan pembinaan bagi pasukan kepolisian Gaza yang akan dibentuk.

Panglima ISF mengatakan badan stabilisasi itu memiliki dua tujuan, yaitu memastikan terjaganya keamanan dan stabilitas Gaza serta memastikan dapat terbentuknya pemerintahan sipil di wilayah Palestina tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengapresiasi Indonesia atas keputusannya untuk berkontribusi mengirimkan personel militer untuk menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Sejumlah negara menjanjikan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan memastikan perdamaian yang berkelanjutan ... khususnya kepada Indonesia, terima kasih banyak Indonesia, negara besar, terima kasih lagi,” kata Trump kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Penempatan di Lima Sektor

Tim ahli militer telah bekerja secara langsung dari sebuah pusat operasi bersama yang akan menjadi markas ISF. Menurut rencana, personel ISF akan dibagi ke dalam lima sektor di Jalur Gaza, masing-masing sektor akan mendapatkan satu brigade ISF.

Menurut pemaparan yang ditampilkan, kelima sektor itu ialah Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

Dalam waktu dekat, personel ISF akan diterjunkan di wilayah Rafah di Gaza selatan, dan dari situ ISF secara berangsur akan melanjutkan operasinya ke wilayah utara Gaza. Pembinaan pasukan kepolisian juga akan dilakukan di waktu yang sama.

Mayjen Jeffers mengatakan dalam jangka panjang, pihaknya memperkirakan adanya 20.000 personel ISF dan 12.000 personel kepolisian untuk Jalur Gaza.

"Dengan langkah-langkah awal ini, kami akan mewujudkan keamanan yang diperlukan Gaza untuk masa depannya yang sejahtera dan perdamaian yang berkelanjutan,” kata Jeffers.

Amerika Serikat

Indonesia

board of peace

Gaza

Dewan Perdamaian Gaza

International Stabilization Force

Sorot

Trending Terkini

Advertisement

Tim Global, Wisnoe MoertiTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan