Divisi ke-325 Siap Jaga Keamanan Selama Perayaan Tahun Baru Imlek
Saat musim semi tiba dan orang-orang berkumpul bersama keluarga untuk menyambut tahun baru, para perwira dan prajurit Divisi ke-325 (Korps ke-12) memasuki masa tugas puncak mereka. Rencana penanganan situasi, pergerakan pasukan, dan perlindungan target-target utama secara rutin ditinjau dan dipraktikkan.
Dari pos komando hingga setiap pos jaga, para perwira dan prajurit selalu siap menerima perintah ketika alarm dibunyikan, memastikan bahwa mereka tidak lengah atau terkejut dalam situasi apa pun, sehingga berkontribusi dalam menjaga keamanan dan keselamatan agar masyarakat dapat merayakan Tet dan menikmati festival musim semi dengan damai.
Siap bertempur saat alarm dibunyikan.
Setelah menerima peringatan, seluruh pasukan Batalyon 4, Resimen 95, segera beralih ke kesiapan tempur. Tanpa menunda, para perwira dan prajurit dengan cepat mengumpulkan seragam lengkap, peralatan, senjata, dan perlengkapan teknis mereka, dan bergerak ke area berkumpul sesuai rencana. Setiap langkah persiapan dilakukan dengan tergesa-gesa dan teliti, memastikan kesiapan untuk menerima perintah dan melaksanakan tugas dalam segala situasi.
Dalam waktu singkat, unit tersebut menyelesaikan persiapannya, siap untuk beralih ke kesiapsiagaan tempur sesuai perintah atasan.
Di Divisi ke-325, rencana manuver untuk melindungi target-target penting dan persiapan memindahkan pasukan ke ibu kota dipraktikkan secara rutin, termasuk pada akhir pekan, hari libur, dan selama Tet (Tahun Baru Imlek).
Letnan Kolonel Bui Van Dan, Wakil Komandan Resimen dan Kepala Staf Resimen 95, mengatakan bahwa unit tersebut secara ketat menjaga tugas komando, tugas perwira, dan rezim tugas tempur di semua tingkatan; memperkuat patroli dan tugas jaga, memantau situasi dengan cermat, dengan persyaratan tertinggi adalah menghindari lengah atau terkejut dalam situasi apa pun yang mungkin terjadi selama Tahun Baru Imlek 2026.
Peperangan modern, penanggulangan elektronik terhadap UAV.
Di posisi antipesawat Kompi Antipesawat ke-16, Resimen ke-95, posisi tersebut diatur secara ilmiah sesuai dengan model pertahanan berlapis, dengan koneksi erat antara pos pengamatan visual dan sistem komunikasi tanpa batas ke pusat komando. Meriam-meriam menjulang tinggi, menjulang ke langit yang luas, siap mencegat target penyerang mana pun.
Ketika perintah "Pengintaian mendeteksi target!" terdengar, medan perang langsung berubah. Para prajurit artileri bergegas ke posisi tempur mereka, dan sistem komando dan kendali serta pengukur jarak dengan cepat mengunci dan mengamankan target simulasi di langit.
Salah satu poin penting dalam kesiapan tempur tahun ini adalah persiapan penanggulangan elektronik untuk menghadapi pesawat tanpa awak mikro (UAV) – sebuah tantangan baru dalam peperangan modern.
Letnan Le Minh Hieu, Perwira Politik Kompi 16, mengatakan bahwa unit tersebut telah serius menerapkan tugas tempur Level 1 selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Dari posisi tugas tempurnya, Komandan Regu Vu Nam Duong berbagi bahwa kesadaran yang jelas akan tanggung jawabnya untuk menjaga perdamaian di langit membantunya mengurangi rasa rindu kampung halaman dan tetap teguh pada posisinya.
Pemikiran modern untuk unit-unit kunci
Tugas jaga libur Tet 2026 Divisi ke-325 terkait erat dengan tujuan membangun unit agar menjadi "ramping, efisien, kuat, dan modern." Kolonel Nguyen Manh Cuong, Komandan Divisi, menekankan pentingnya membangun keteguhan politik sehingga setiap prajurit mahir dalam pekerjaannya sendiri dan memahami tanggung jawab rekan-rekannya. Divisi menggunakan kesiapan tempur sebagai tolok ukur, dengan fokus pada pelatihan penanggulangan terhadap senjata berteknologi tinggi dan peperangan elektronik.
Menguasai peralatan teknis modern dan mempromosikan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital, juga termasuk dalam daftar tugas harian. Kolonel Nguyen Manh Ha, Wakil Komandan Divisi dan Kepala Staf Divisi, percaya bahwa pendidikan politik harus selangkah lebih maju.
Ketika para perwira dan prajurit memahami dengan jelas tanggung jawab mereka dan mempertahankan pola pikir yang teguh, unit tersebut dapat membentuk kekuatan yang terpadu, siap untuk segera menangani situasi kompleks yang mungkin timbul selama liburan Tet yang sibuk.
Kesampingkan perasaan pribadi demi kebahagiaan bersama.
Bagi prajurit muda seperti Pham Tu Anh, dari Regu 8 (Peleton 6, Kompi 2, Batalyon 4, Resimen 95), yang merayakan Tet jauh dari rumah untuk pertama kalinya, hari-hari ini merupakan perpaduan antara tanggung jawab dan kerinduan.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh unit selalu menjaga tekadnya, siap menerima tugas dan mengesampingkan urusan pribadi untuk melindungi keselamatan masyarakat selama perayaan Tahun Baru Imlek. Kekompakan dan persaudaraan di bawah naungan Divisi ke-325 adalah benang merah yang membantu para prajurit muda ini mengatasi kesulitan dan merasa aman dalam pekerjaan mereka.
Musim semi baru telah tiba, dan setiap perwira dan prajurit Divisi ke-325 dengan teguh menjaga perdamaian agar rakyat dapat merayakan Tet dan menyambut Tahun Baru . Bagi para prajurit Divisi ke-325, musim semi terindah adalah melihat tanah air dalam keadaan damai di setiap tarikan napas tahun baru.




