Bappeda Jambi Tindak Lanjuti Kesenjangan Kemiskinan Antar Daerah
RRI.CO.ID, Jambi - Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, mengungkapkan bahwa secara nasional tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi per September 2025 berada pada angka 7,19 persen.
Menurutnya, angka tersebut masih menunjukkan kesenjangan yang cukup tinggi antar daerah kabupaten dan kota. Ia mencontohkan, tingkat kemiskinan di Kota Sungai Penuh tercatat sekitar 3,2 persen, sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur angkanya berada di atas 10 persen.
“Jadi, kesenjangan ini cukup tinggi. Karena itu perlu langkah-langkah khusus untuk menekannya,” ujar Agus Sunaryo, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah diarahkan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan agar tidak terjadi perbedaan yang terlalu jauh antar kabupaten dan kota. Langkah tersebut dinilai penting guna mendukung pencapaian target nasional penurunan kemiskinan di Provinsi Jambi.
“Perlu ada pemerataan pembangunan supaya hasilnya bisa dirasakan lebih merata di seluruh daerah,” tuturnya.
Agus menambahkan, Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga 6,5 persen pada 2027. Namun, ia mengakui upaya tersebut membutuhkan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.
“Menurunkan angka kemiskinan dari 7,19 persen menjadi 6,5 persen itu bukan hal mudah. Dibutuhkan upaya luar biasa dan kerja yang lebih keras lagi agar target penurunan kemiskinan bisa tercapai,” pungkasnya.




