Warisan Perdamaian Dr. Damien Dematra Terus Diakui Melalui Nominasi Nobel ke-16
Sumber Foto: RRI.co.id
Internasional

Warisan Perdamaian Dr. Damien Dematra Terus Diakui Melalui Nominasi Nobel ke-16

Kanal News Day - RRI.CO.ID, Jakarta : Meski telah tiada, warisan nilai dan gerakan perdamaian yang dibangun Prince Dr. Damien Dematra masih terus memberikan dampak yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya yang berkelanjutan terhadap perdamaian, toleransi dan kemanusiaan global, Ia kembali dinominasikan untuk hadiah Nobel Perdamaian dan menjadi ke-16 kali menerima nominasi Nobel Peace Prize.

Terakhir pada November lalu, beliau dianugerahi Medal of Tolerance, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan atas komitmennya dalam mempromosikan nilai toleransi, dialog lintas agama, dan harmoni antar budaya. Penghargaan tersebut semakin menegaskan bahwa gagasan dan inisiatif yang dirintis tetap relevan serta berdampak nyata.

"Ayah saya mungkin telah berpulang, namun nilai, dan semangat yang ditanamkan tidak pernah berhenti. Perdamaian yang selalu diperjuangkan bukan sekedar gagasan, melainkan gerakan yang terus hidup melalui generasi muda yang melanjutkannya," ujar Princess Natasha Dematra dalam keterangan resminya, Rabu, 25 Februari 2026.

Sepanjang hidupnya, Dr. Damien menerima lebih dari 700 penghargaan nasional dan internasional serta memegang 13 rekor dunia di berbagai bidang kreatif dan produktivitas. Ia telah menulis 101 novel dalam dua bahasa, menghasilkan 81 film dan skenario televisi, serta memproduksi 48 film layar lebar. Sebagai pelukis, beliau menciptakan ribuan karya, termasuk 365 lukisan dalam satu tahun, dan menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Amerika Serikat.

Di tingkat global, sosok yang dikenal dengan julukan "Prince of Peace" mendirikan Dewan Perdamaian & Kebudayaan Dunia serta menggagas Peace20 sebagai inisiatif yang berupaya berkontribusi dalam forum G20 melalui pendekatan budaya dan kemanusiaan.

Peace20 telah diselenggarakan di India, Brasil, dan Indonesia, serta berlanjut ke Afrika Selatan. Bersama Visions of Peace Initiative (VOPI), Dr. Damien juga memprakarsai berbagai gerakan kreatif berbasis seni yang diluncurkan di forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.

Ia juga memprakarsai Hari Perdamaian Nusantara dan Hari Kebudayaan Internasional bersama berbagai raja, sultan, keluarga kerajaan, serta Dewan Kebudayaan Nusantara. Dukungan lintas kerajaan dan istana di dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa gerakan perdamaian yang beliau bangun telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan kepemimpinan tradisional.

Meskipun secara fisik telah berpulang, gerakan, konferensi, dan inisiatif yang beliau bangun terus berjalan dan berkembang lintas negara. Melalui Peace20 di berbagai benua, kolaborasi dengan kerajaan dan istana, serta program lintas agama dan budaya yang terus dilaksanakan, visi perdamaian yang beliau tanamkan tetap hidup dan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.

Warisan beliau bukan hanya catatan sejarah, melainkan fondasi yang terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata. Dinominasikannya kembali Prince Dr. Damien Dematra untuk Nobel Peace Prize meskipun telah berpulang menjadi salah satu bukti konkret bahwa kontribusi dan pengaruh yang beliau tinggalkan masih sangat signifikan serta terus memperoleh pengakuan di tingkat global.