Usulan Tukar Guling Jalan Pantura oleh Gubernur Dedi Mulyadi: Tanggapan dan Tantangan
Sumber Foto: detikcom
Jalur Berita

Usulan Tukar Guling Jalan Pantura oleh Gubernur Dedi Mulyadi: Tanggapan dan Tantangan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan tukar guling Jalan Pantura untuk meningkatkan perbaikan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap banyaknya kerusakan di jalur tersebut, yang sering kali menyebabkan korban jiwa. Saat ini, perbaikan Jalan Pantura, yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah, merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Dedi Mulyadi berargumen bahwa pengalihan status jalan tersebut akan memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif dan responsif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta mengurangi beban Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pemeliharaan jalan nasional di wilayah Jawa Barat.

Tanggapan Pakar Transportasi

Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), R. Sony Sulaksono Wibowo, memberikan tanggapan kritis terhadap usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa perubahan status jalan nasional menjadi jalan provinsi bukanlah hal yang mudah dan dapat menyebabkan kekacauan dalam jaringan jalan. Menurutnya, Jalan Pantura adalah bagian dari jaringan jalan nasional yang penting, menghubungkan Jakarta, Bandung, dan Jogja, sehingga pengelolaan yang diambil alih oleh provinsi akan menimbulkan masalah regulasi.

"Jika Pemprov Jabar ingin memperbaiki jalan nasional, seharusnya ada koordinasi dengan Kementerian PU. Pengelolaan jalan nasional bisa dilakukan daerah, tetapi statusnya tidak bisa diubah," ujarnya. Sony juga menekankan pentingnya jalur Pantura sebagai jalur logistik, meskipun jalan tol juga tersedia.

Pentingnya Kerjasama

Sony menekankan bahwa meskipun pengelolaan Jalan Pantura berada di bawah pemerintah pusat, Pemprov Jabar masih dapat berkontribusi dalam perbaikan jalan. "Pemprov Jabar bisa menawarkan bantuan untuk pemeliharaan tanpa harus mengubah status jalannya. Jika Kementerian PU merasa terbantu, itu tentu positif," tambahnya.

Di sisi lain, Sony memahami semangat Dedi Mulyadi yang ingin mempercepat perbaikan. Namun, ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak melanggar regulasi yang ada. "Inisiatif dan percepatan ide silakan, tetapi harus tetap dalam koridor yang berlaku," jelasnya.

Alasan Kerusakan Jalan

Ketika ditanya mengenai mengapa Kementerian PU terkesan membiarkan kerusakan di jalur Pantura, Sony menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh efisiensi anggaran. "Anggaran untuk jalan nasional mengalami penurunan, sehingga perawatan harus ditunda dan prioritas diberikan pada hal-hal yang lebih mendesak. Jika Jawa Barat mampu membantu, itu bisa menjadi solusi, tetapi tidak dengan mengambil alih status jalan," pungkasnya.