Tradisi Munggahan Subang: Ziarah dan Kuliner Menyambut Ramadan
PR SUBANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana hangat tradisi Munggahan mulai terasa kental di tengah masyarakat. Tradisi turun-temurun ini menjadi momen sakral sekaligus ajang silaturahmi bagi warga sebelum memasuki bulan puasa.
Berbagai kegiatan dilakukan warga untuk mengisi momen ini. Berdasarkan pantauan, aktivitas utama yang paling banyak dilakukan adalah ziarah kubur ke makam keluarga yang telah tiada, serta mengunjungi orang tua dan kerabat jauh untuk saling bermaaf-maafan.
Selain sisi spiritual, Munggahan tahun ini juga diwarnai dengan tren makan bersama atau botram di tempat-tempat ikonik. Menariknya, banyak masyarakat yang kini memilih destinasi berdasarkan tren di media sosial.
Salah satu lokasi yang menjadi primadona tahun ini adalah Rumah Makan Sate Cijengkol yang berlokasi di Serang Panjang, Subang. Rumah makan ini mendadak ramai dikunjungi keluarga dan rombongan sahabat yang ingin menikmati hidangan sate khas Subang sambil menikmati suasana alam sekitar.
"Munggahan bukan sekadar makan-makan, tapi momen untuk mempererat kembali tali persaudaraan sebelum kita fokus beribadah sebulan penuh," ujar Arin salah satu pengunjung di lokasi.




