Tol Bocimi Seksi 3 Akan Diberlakukan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026 untuk Reduksi Kemacetan
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, melakukan peninjauan kesiapan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan jalur fungsional sepanjang 5 kilometer dapat digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik pada Lebaran 2026.
Pengoperasian jalur fungsional ini difokuskan untuk mengurangi kepadatan di jalur arteri nasional, khususnya di titik macet yang sering terjadi di Pasar Cibadak. Dengan dibukanya ruas dari Parung Kuda hingga Exit Karang Tengah, arus kendaraan dari Jakarta menuju Sukabumi diharapkan dapat terdistribusi dengan lebih baik.
Pola Rekayasa Lalu Lintas
Dalam kunjungan tersebut, Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan beberapa pola rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan:
- Kendaraan dari Jakarta menuju Kota Sukabumi: Akan diarahkan untuk masuk ke jalur fungsional dan keluar di Exit Karang Tengah, guna menghindari kepadatan di pusat Cibadak.
- Kendaraan menuju Palabuhanratu: Akan tetap diarahkan untuk keluar melalui Exit Tol Parung Kuda (KM 72).
Selama periode arus mudik dan balik, jalur fungsional ini direncanakan akan dibuka tanpa tarif atau gratis, untuk mendukung mobilitas masyarakat yang ingin berpergian.
Pengawasan Lalu Lintas yang Ditingkatkan
Selain memperhatikan aspek infrastruktur, Korlantas Polri juga akan memanfaatkan teknologi dalam pengawasan arus lalu lintas. Pemantauan di Tol Bocimi akan diperkuat dengan penggunaan pesawat nirawak (drone) jenis VTOL (Vertical Take-Off and Landing) serta ETLE Drone. Teknologi ini memungkinkan petugas untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dari udara, sehingga dapat mengambil keputusan rekayasa lalu lintas dengan cepat dan tepat.
Imbauan untuk Pengusaha Angkutan Barang
Untuk memaksimalkan kelancaran arus lalu lintas selama mudik, Kakorlantas juga memberikan imbauan kepada pengusaha angkutan barang. Kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih dilarang melintas di jalur utama pemudik selama periode tersebut, demi meminimalkan risiko kecelakaan dan hambatan di jalan.




