SMPN 3 Tegalombo Pacitan Ciptakan Pojok Baca Estetis untuk Tingkatkan Literasi Siswa
Sumber Foto: TIMES Jatim
Pojok Kanal

SMPN 3 Tegalombo Pacitan Ciptakan Pojok Baca Estetis untuk Tingkatkan Literasi Siswa

Pacitan – SMP Negeri 3 Tegalombo, Pacitan, meluncurkan inisiatif menarik untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa. Setiap kelas kini dilengkapi dengan pojok baca yang ditata langsung oleh para siswa, menghadirkan rak buku, ornamen edukatif, dan sudut baca yang nyaman.

Program ini bertujuan untuk mendekatkan akses buku kepada siswa, sehingga mereka dapat membaca tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga di dalam kelas, baik saat waktu senggang maupun saat jeda pergantian pelajaran.

Pojok Baca Kelas VIII A Menjadi Contoh Inspiratif

Salah satu pojok baca yang mencolok berada di kelas VIII A. Para siswa berkolaborasi untuk menata sudut ruangan menjadi area baca yang rapi dan menarik. Dekorasi dinding bertema edukasi, penataan buku yang teratur, serta tambahan alas duduk menjadi beberapa elemen yang membuat siswa betah berlama-lama membaca.

Wali Kelas VIII A, Jarsena Mulyani, menekankan pentingnya pelibatan siswa dalam program ini. Dengan berpartisipasi dalam merancang dan menghias, siswa merasa memiliki tanggung jawab terhadap ruang baca tersebut.

“Kalau mereka terlibat sejak awal, rasa memiliki itu muncul. Begitu tempatnya nyaman dan menarik, tanpa disuruh pun mereka akan mendekat dan membaca,” ungkap Jarsena.

Koleksi Buku yang Beragam

Koleksi buku di pojok baca dirancang agar bervariasi, tidak hanya terbatas pada buku pelajaran, tetapi juga mencakup ensiklopedia ringan dan bacaan inspiratif yang sesuai untuk usia remaja. Dengan demikian, siswa memiliki pilihan bacaan dan tidak merasa membaca sebagai beban.

Harapan untuk Masa Depan

Kepala SMPN 3 Tegalombo, Bambang Nur Susanto, menilai pojok baca di kelas sebagai solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan akses ke perpustakaan sekolah. “Literasi itu soal kebiasaan. Kalau buku selalu ada di dekat siswa, peluang mereka membaca jadi lebih besar. Pojok baca ini langkah konkret agar literasi benar-benar hidup di kelas,” tegas Bambang.

Ia berharap inisiatif ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Di masa mendatang, kompetisi sehat antar-kelas dalam menata pojok baca akan terus didorong untuk menumbuhkan semangat membaca sebagai budaya di sekolah.

Dengan pendekatan kreatif dan sederhana ini, SMPN 3 Tegalombo berupaya mengubah membaca dari aktivitas yang sering dianggap membosankan menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi siswa.