Seblak: Kuliner Khas Bandung yang Semakin Populer di Berbagai Kalangan
Sumber Foto: Palpos.id
Lifestyle

Seblak: Kuliner Khas Bandung yang Semakin Populer di Berbagai Kalangan

Seblak, kuliner khas Bandung dengan cita rasa pedas dan aroma kencur yang khas-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.CO - Seblak, kuliner khas Jawa Barat yang identik dengan cita rasa pedas dan aroma kencur yang kuat, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.

Makanan sederhana berbahan dasar kerupuk ini kini tidak hanya dikenal sebagai jajanan kaki lima, tetapi juga telah berkembang menjadi menu utama di restoran modern, kafe, hingga usaha kuliner berbasis daring.

Awalnya, seblak dikenal sebagai makanan rumahan masyarakat Sunda yang memanfaatkan kerupuk mentah yang direndam hingga lembek, kemudian dimasak dengan bumbu sederhana seperti bawang putih, cabai, dan kencur.

Seiring waktu, seblak mengalami banyak inovasi, baik dari segi bahan, penyajian, maupun tingkat kepedasan. Inovasi inilah yang membuat seblak tetap relevan dan digemari, terutama oleh generasi muda.

Di Kota Bandung, seblak dapat ditemukan dengan mudah di berbagai sudut kota. Mulai dari gerobak pinggir jalan hingga kedai dengan konsep kekinian.

Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp30.000 per porsi, pembeli sudah dapat menikmati seblak dengan berbagai pilihan topping, seperti bakso, sosis, ceker ayam, tulang, makaroni, mie, hingga seafood.

“Seblak itu fleksibel. Pembeli bisa pilih sendiri isinya, mau pedas biasa atau ekstra pedas,” ujar Rina (28), pemilik usaha seblak di kawasan Antapani, Bandung.

Menurutnya, tingkat kepedasan menjadi faktor penting dalam menarik pelanggan. “Banyak yang justru datang karena penasaran sama level pedasnya,” tambahnya.

Fenomena seblak pedas ekstrem menjadi tren tersendiri dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak penjual menawarkan level kepedasan yang diberi nama unik, bahkan menantang konsumen untuk menyelesaikan satu porsi seblak super pedas.

Sumber: