Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan untuk Antisipasi Arus Mudik di Sumbar
Kanal News Day - Arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diperkirakan mengalami peningkatan, sementara beberapa jalur utama masih dalam kondisi terbatas akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025. Pemerintah Provinsi Sumbar menyiapkan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi.
Awal Kejadian
Pemerintah Provinsi Sumbar menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Dalam rapat tersebut, Dudy menekankan pentingnya menjamin keselamatan dan keterlayanan masyarakat selama angkutan Lebaran.
Perkembangan
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan tantangan yang dihadapi pada tahun ini, di mana kapasitas jalur alternatif masih terbatas. Jalur Lembah Anai sedang dalam tahap konstruksi, sedangkan ruas Sicincin–Malalak tidak dapat difungsikan akibat kerusakan. Hal ini menyebabkan beban kendaraan akan terkonsentrasi di koridor utama Padang–Bukittinggi.
Kondisi Terakhir
Pemprov Sumbar menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem satu arah pada jam tertentu. Rencananya, sistem ini diberlakukan dari pukul 10.00–14.00 WIB untuk arus dari Padang menuju Bukittinggi, dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk arus sebaliknya. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi kondisi di lapangan dan pola kepadatan kendaraan pada musim mudik sebelumnya, dengan prioritas keselamatan sebagai fokus utama.




