Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan Akibat Tanggul Jebol
Semarang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan rekayasa lalu lintas di jalur Semarang-Grobogan yang terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan. Kejadian ini terjadi pada 16 Februari 2026 akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyatakan bahwa langkah rekayasa lalu lintas ini diambil untuk menjaga mobilitas masyarakat dan memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar.
Pengalihan Arus Lalu Lintas
Artanto menjelaskan bahwa arus kendaraan berat, seperti truk yang memiliki sumbu tiga atau lebih, akan dialihkan melalui wilayah Dempet, Kabupaten Demak. Sementara itu, kendaraan kecil, seperti sepeda motor dan mobil, yang bergerak dari Semarang ke Grobogan atau sebaliknya, akan dialihkan melalui jalur Gubug - Kemiri - Jeketro - Truko - Wolo - Penawangan.
Petugas kepolisian juga akan ditempatkan di berbagai titik pengalihan lalu lintas untuk memberikan informasi kepada pengemudi mengenai jalur yang dapat dilalui sesuai dengan jenis kendaraan mereka.
Target Perbaikan Infrastruktur
Artanto berharap jalur ini dapat kembali normal sebelum Lebaran, sehingga kendaraan dapat melintas dengan aman. Ia juga mengajak masyarakat untuk tertib dan mendukung upaya percepatan pemulihan lokasi yang terdampak bencana ini.
Proses perbaikan infrastruktur yang rusak ditargetkan selesai dalam waktu sepekan. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penutupan tanggul yang jebol, sebelum melanjutkan dengan perbaikan badan jalan yang terdampak oleh luapan air.




