PSG Siap Pertahankan Keunggulan Melawan AS Monaco di Liga Champions
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Panggung megah Parc des Princes akan menjadi saksi bisu pertempuran hidup-mati antara dua raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain dan AS Monaco, pada Rabu malam (25/2/2026) waktu setempat. Melansir dari Sports Mole, PSG berada di atas angin setelah secara heroik membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol menjadi kemenangan 3-2 pada leg pertama di Kepangeranan.
Kemenangan di laga pembuka tersebut mencatatkan sejarah baru bagi tim asuhan Luis Enrique. Untuk pertama kalinya di abad ini, PSG mampu menang di fase gugur Liga Champions setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Kini, sang juara bertahan hanya butuh hasil imbang untuk mengamankan tiket babak 16 besar untuk musim ke-14 berturut-turut.
PSG: Benteng Kokoh di Paris dan Ketajaman Desire Doue
Kami mencatat bahwa Parc des Princes telah kembali menjadi benteng yang angker. Les Parisiens tidak terkalahkan dalam delapan dari sembilan laga kandang terakhir mereka. Menariknya, dalam dua laga terakhir di Paris, mereka mencatatkan kemenangan agregat telak 8-0.
Meski harus kehilangan Ousmane Dembele dan Fabian Ruiz karena cedera, Luis Enrique masih memiliki amunisi mematikan pada sosok muda Desire Doue yang memborong dua gol di leg pertama. Di bawah mistar, Matvey Safonov tampaknya telah resmi menggeser posisi Lucas Chevalier sebagai kiper utama pilihan Enrique.
AS Monaco: Bayang-Bayang Sejarah dan Badai Cedera
Di sisi lain, AS Monaco datang dengan beban sejarah yang berat. Klub asuhan Sebastien Pocognoli ini belum pernah lagi mencapai babak 16 besar sejak era emas Kylian Mbappe pada 2017. Masalah utama mereka adalah lini pertahanan saat bermain tandang; kebobolan 12 gol dalam empat laga tandang Eropa musim ini adalah rapor merah yang harus segera diperbaiki.
Situasi kian pelik dengan badai cedera yang menghantam skuad Les Monegasques. Nama-nama penting seperti Paul Pogba, Takumi Minamino, hingga Aleksandr Golovin (skorsing) dipastikan absen. Harapan praktis tertumpu pada ketajaman Folarin Balogun dan kreativitas Ansu Fati untuk menciptakan keajaiban di ibu kota.




