Polisi Tangani Dugaan Pungli di Jalur Pintas Kota Tua Jakarta
Sumber Foto: Kompas.com
Jalur Berita

Polisi Tangani Dugaan Pungli di Jalur Pintas Kota Tua Jakarta

JAKARTA – Aparat kepolisian saat ini sedang memburu pelaku dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Jalan Kunir, kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah di media sosial dan memperlihatkan aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Kapolsek Tamansari, Riyanto, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencari pelaku guna memberikan pembinaan agar praktik pungli serupa tidak terulang di masa mendatang. "Kami sedang mencari pelaku untuk dilakukan pembinaan. Agar tidak terulang kejadian tersebut," jelasnya saat dihubungi.

Riyanto juga menginformasikan bahwa akses jalan yang sebelumnya dibuka secara ilegal telah ditutup kembali. "Kami sudah menghimbau masyarakat untuk tidak lewat di situ, dan portal juga sudah ditutup. Jadi tidak ada akses," tambahnya.

Insiden dugaan pungli ini terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria dan wanita berada dekat barrier beton dan cone lalu lintas, dengan pria tersebut memegang batang penghalang merah dan wanita memegang kotak uang. Keduanya diduga membuka jalur pintas untuk memungkinkan pengendara motor melintas tanpa harus memutar jauh.

Sejumlah pengendara terlihat berhenti sejenak dan diduga menyerahkan sejumlah uang sebelum melintas. Kepala Satpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, mengonfirmasi bahwa praktik ini memanfaatkan momen kemacetan di kawasan tersebut. "Mereka memang memanfaatkan situasi yang ada. Ketika jalanan macet, mereka membuka jalur untuk kendaraan yang lewat," ungkap Goodman.

Ia juga menjelaskan bahwa jalur tersebut sebenarnya bersifat situasional dan lebih sering ditutup. "Ketika ada kegiatan-kegiatan, kadang dibuka, tapi lebih banyak ditutup," ujarnya. Dari video yang beredar, tampak dua orang diduga terlibat dalam praktik pungli tersebut, yang biasanya muncul saat kawasan Kota Tua ramai, terutama pada akhir pekan atau saat terjadi kemacetan.