Pesan Mantan Ketua KY untuk Ketua MA: Pentingnya Integritas dalam Dunia Kehakiman
Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menekankan pentingnya integritas dalam posisi Ketua Mahkamah Agung (MA) yang baru, Prof. Sunarto. Suparman berharap Sunarto tidak hanya menjaga integritas untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membersihkan dan memperbaiki sistem peradilan di Indonesia.
Prof. Sunarto dilantik sebagai Ketua MA oleh Presiden Prabowo pada 22 Oktober 2024. Suparman mengungkapkan bahwa Sunarto adalah sosok berintegritas yang telah memiliki catatan baik sepanjang kariernya sebagai hakim. Meskipun suaranya lembut dan tidak memiliki intonasi yang tinggi, Suparman meyakini bahwa Sunarto memiliki kemampuan untuk melakukan pembersihan di dunia kehakiman.
Suparman menceritakan pengalaman ketika dia mendesak Sunarto untuk mendaftar sebagai hakim agung. Sunarto yang awalnya merasa cukup dengan posisinya sebagai hakim tinggi, akhirnya memutuskan untuk mendaftar setelah percakapan tersebut. Suparman menambahkan bahwa Sunarto hidup sederhana, tidak memiliki rumah mewah, dan bahkan menggunakan angkutan umum untuk pergi ke pengadilan.
Menurut Suparman, posisi Ketua MA sangat strategis dan Sunarto memiliki modal integritas yang diperlukan untuk melakukan perbaikan dalam sistem di MA. Dia berharap Sunarto akan menggunakan kesempatan lima tahun yang ada untuk melakukan perubahan yang positif.
Sementara itu, cendekiawan Hamid Basyaib mengingatkan bahwa dunia peradilan tidak hanya bergantung pada individu-individu berkualitas, tetapi juga perlu membangun sistem yang kuat. Dia mencontohkan tokoh-tokoh hebat seperti Bung Hatta dan Jenderal Hoegeng, yang memiliki integritas tetapi juga menunjukkan perlunya sistem yang mendukung untuk memastikan keadilan yang lebih luas.




