Perbaikan Jalur Lembah Anai: Pelapisan Tebing Bekas Longsor Dengan Pasir Besi
Proses perbaikan jalur Lembah Anai di Sumatera Barat terus berlangsung setelah longsor dan galodo memutus akses utama antara Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi. Salah satu langkah perbaikan yang tengah dilaksanakan adalah pelapisan dinding tebing bekas longsor menggunakan rangka besi dan semprotan pasir besi.
Di lokasi perbaikan yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, dinding tebing yang mengalami keruntuhan kini diperkuat dengan struktur rangka besi yang menutup permukaan lereng. Setelah pemasangan rangka, permukaan lereng tersebut dilapisi dengan adukan pasir besi untuk menahan potensi material tanah yang mungkin lepas.
Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki jalur Lembah Anai agar dapat kembali aman dilalui oleh masyarakat. Penguatan tebing bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya longsor susulan di area yang dikenal rawan bencana tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rangka besi dipasang untuk menutupi seluruh bagian tebing yang terdampak longsor. Metode pelapisan dengan menggunakan campuran pasir besi ini juga telah diterapkan di berbagai proyek infrastruktur jalan raya lainnya, terutama dalam penanganan tebing yang berpotensi longsor.
Saat ini, normalisasi jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi yang sebelumnya terputus akibat galodo juga terus dilakukan. Proses perbaikan dijadwalkan berlangsung setiap hari dengan sistem buka-tutup jalan.
- Jalur akan ditutup mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
- Setelah itu, akses dibuka kembali mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
Namun, perlu dicatat bahwa pembukaan jalur hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan sedang. Kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk masih dialihkan melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik untuk menghindari risiko di area perbaikan.




