Pentingnya Reformasi Pasar Modal untuk Daya Saing Ekonomi 2026
Sumber Foto: republika.co.id
Ekonomi

Pentingnya Reformasi Pasar Modal untuk Daya Saing Ekonomi 2026

Foto: Republika/Thoudy Badai

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (29/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya reformasi menyeluruh di pasar modal Indonesia sebagai kunci menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi 2026. Arah kebijakan fiskal, transparansi, dan tata kelola pasar menjadi faktor utama untuk menarik investasi serta memperkuat daya saing nasional.

Mari menyoroti sejumlah dinamika awal tahun ini sebagai alarm bagi pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal dan konsistensi reformasi. “Menghadapi arah kebijakan, kita harus lihat akan berkembang di 2026. Saya mulai dengan isu confidence, karena di awal tahun ini Moody’s menurunkan outlook pemerintah dari stable menjadi negatif,” ujar Mari dalam webinar “Outlook Ekonomi di 2026” di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga

Pasar Modal 2026, Momentum Agresif di Tengah Volatilitas

Pasar Modal Bergejolak, Luhut Usul Figur Independen Isi Posisi Pimpinan OJK

Kadin Dukung Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

Ia menjelaskan, penurunan outlook tersebut dipengaruhi oleh persepsi risiko fiskal, ketidakpastian kebijakan, serta isu terkait BPI Danantara. Meski demikian, survei Indikator menunjukkan publik masih relatif puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mari menilai situasi ini harus menjadi momentum bagi reformasi menyeluruh di pasar modal, termasuk implementasi delapan langkah strategis OJK dan pemilihan pimpinan OJK dan BEI secara transparan dan profesional.

“Kita bisa mencontoh India, yang beberapa tahun lalu mengalami capital outflow. Setelah melakukan reformasi serius yang didukung penuh pemerintah, modal kembali masuk dalam jumlah besar dalam dua tahun,” ujar Mari.

Selain itu, Mari menekankan dua agenda penting lain: GovTech dan deregulasi. GovTech memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, akurasi program pemerintah, dan mengurangi risiko korupsi. Ia mencontohkan pilot project perlindungan sosial di Banyuwangi, di mana masyarakat diverifikasi melalui digital ID agar bantuan sosial tepat sasaran. Program ini direncanakan roll out nasional sepanjang 2026.

Deregulasi, menurut Mari, menjadi kunci menarik investasi, terutama di tengah relokasi rantai pasok global akibat dinamika geopolitik.

“Kalau kita ingin investasi masuk, kita perlu deregulasi, perbaikan iklim investasi, dan mengurangi high cost economy,” katanya.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

reformasi pasar modal

deregulasi

bei

ihsg

ojk

Berita Terkait

Ekonomi - 10 jam yang lalu

Investor Kripto Tembus 21 Juta, Saingi Pasar Modal di Indonesia

Ekonomi - 04 April 2026, 08:49

BEI Umumkan High Shareholding Concentration, Ini Gerak IHSG Sepekan Terakhir

Ekonomi - 02 April 2026, 19:09

OJK Siapkan Instrumen Investasi ETF Emas

Ekonomi - 02 April 2026, 18:28

OJK Sanksi Para Manipulator Pasar Modal, Denda Tembus Rp96 Miliar

Ekonomi - 02 April 2026, 15:29

IHSG Terkoreksi 16,91 Persen, OJK Soroti Volatilitas Pasar Awal 2026

Ekonomi - 02 April 2026, 10:48

IHSG Melemah, Pelaku Pasar Cermati Pidato Trump Soal Perang

Ekonomi - 01 April 2026, 17:43

IHSG Menguat 1,93 Persen, Dipicu Pernyataan Trump soal Konflik Iran

Ekonomi - 01 April 2026, 11:07

BEI Resmi Tetapkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen

Berita Lainnya

Ekonomi - Selasa , 07 Apr 2026, 22:03 WIB

Hadapi Krisis Energi, CELIOS Minta Pemerintah Bangun Transportasi Publik

Ekonomi - Selasa , 07 Apr 2026, 20:30 WIB

Lima Rekomendasi Motor Listrik Terbaik, Terbaru, dan Awet!

Ekonomi - Selasa , 07 Apr 2026, 19:57 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Ekonomi - Selasa , 07 Apr 2026, 18:14 WIB

Gaji Menteri Kabinet Merah Putih akan Dipotong? Ini Kata Airlangga dan Purbaya

Ekonomi - Selasa , 07 Apr 2026, 17:46 WIB

BI Respons Pelemahan Rupiah, Optimalkan Instrumen Moneter di Tengah Krisis Global