IHSG Stabil di 8.235, Investor Pantau Data Inflasi AS dan Reformasi Pasar Modal
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Ekonomi

IHSG Stabil di 8.235, Investor Pantau Data Inflasi AS dan Reformasi Pasar Modal

Kanal News Day - IHSG stagnan di 8.235, bergerak dalam rentang 8.093-8.246.

Sektor industri melonjak 4,48%, infrastruktur dan saham dividen tinggi tertekan.

Pasar menanti data inflasi AS; reformasi free float jadi sorotan domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat nyaris tidak berubah di level 8.235, sama dengan posisi penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, indeks sempat dibuka di 8.211 dan bergerak dalam rentang 8.093 hingga 8.246, mencerminkan pergerakan yang cenderung konsolidatif setelah fluktuasi dalam perdagangan harian yang cukup lebar.

Secara sektoral, penguatan ditopang oleh saham industri yang melonjak 4,48% ke 2.110, diikuti sektor konsumsi siklikal yang naik 2,88% ke 1.224 dan sektor bahan baku yang menguat 1,88% ke 2.465. Kenaikan di sektor-sektor ini mengindikasikan minat beli selektif pada saham berbasis aktivitas ekonomi dan komoditas.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada indeks infrastruktur SMinfra18 yang turun 1,22% ke 289, disusul IDXHIDIV20 yang melemah 1,22% ke 527 serta indeks I-GRADE yang terkoreksi 1,51% ke 215. Pergerakan campuran ini menunjukkan pelaku pasar masih menata ulang portofolio di tengah sentimen global dan domestik yang saling berimbang.

Sementara itu, hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan neraca dagang Indonesia pada Januari diprakirakan kembali mencatat surplus sebesar US$2,76 miliar, meningkat dari US$2,52 miliar pada Desember. Kinerja ini terbentuk dari ekspor yang diproyeksikan tumbuh 11,07% secara tahunan, sementara impor naik 13,23%.

Di sisi harga, inflasi Februari diprakirakan naik ke 4,31% dari 3,55% pada bulan sebelumnya, dengan inflasi inti berada di 2,48%. Bank sentral mempertahankan sasaran inflasi 1,5%-3,5% untuk periode 2026 hingga 2027.

Otoritas pasar modal akan menaikkan batas minimum free float menjadi 15% secara bertahap, dengan tenggat satu hingga dua tahun bagi emiten sesuai kesiapan, sambil menunggu persetujuan OJK.

Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi pasar menyusul peringatan MSCI terkait risiko penurunan status Indonesia, dengan tujuan meningkatkan transparansi, likuiditas, dan meminimalkan potensi distorsi harga.

AS merilis data IHP Januari malam ini, dengan konsensus kenaikan 0,3% bulanan dan 2,6% tahunan, sementara IHP inti diperkirakan naik 0,3% dan 3,0%. PMI Chicago Februari diproyeksikan turun ke 52,8. Data ini akan memengaruhi arah dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed.

Data IHP dan PMI Chicago AS malam ini dapat memengaruhi IHSG melalui pergerakan dolar dan imbal hasil obligasi AS. Jika inflasi lebih tinggi dari prakiraan, tekanan eksternal berpotensi membatasi penguatan IHSG. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat membuka ruang kenaikan lanjutan bagi indeks.