Pentingnya Kolaborasi Siswa dalam Program Literasi dan Digitalisasi di SMP Negeri 6 Pemalang
Pemalang, SMP Negeri 6 Pemalang menggelar program literasi dan digitalisasi pada Jumat, 6 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kritis siswa terhadap berbagai isu, terutama yang berkaitan dengan media digital.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6, Purwaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. "Literasi merupakan pengetahuan dan kompetensi dasar yang diperlukan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan zaman," ujarnya.
Program ini fokus pada penguatan literasi data, teknologi, dan kemampuan manusia, terutama setelah diterapkannya kurikulum merdeka pasca pandemi. "Tugas bidang pendidikan adalah memperkuat kompetensi literasi yang baru ini," lanjut Purwaningsih.
Untuk mendukung program literasi, SMP Negeri 6 telah memulai pengelolaan perpustakaan dengan memberikan label pada buku-buku mata pelajaran serta buku ilmu pengetahuan lainnya. Walaupun koleksi buku sudah cukup baik, masih ada kekurangan dalam bidang kesastraan seperti novel dan cerpen yang akan dioptimalkan di pojok baca setiap kelas.
Pojok baca ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai sarana bagi siswa untuk berkreasi. "Kami memiliki slogan Relicmandaya yang berarti Religius, Cerdas, Mandiri, dan Berbudaya. Siswa bebas berkreativitas di sini," tambah Purwaningsih.
Lebih jauh, kegiatan literasi di SMP Negeri 6 juga meliputi pekan literasi yang diadakan setiap hari Jumat. Dalam kegiatan ini, siswa diberi tantangan untuk menyusun potongan kertas yang berisi narasi menjadi sebuah teks utuh. Melalui aktivitas ini, siswa dilatih untuk bekerja sama dan berpikir kritis.
"Mereka diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik, struktur, dan kaidah kebahasaan dari teks yang disusun serta menciptakan karya tulis berdasarkan soal yang diberikan," jelas Purwaningsih.
Program ini juga mencakup pembuatan materi literasi untuk Prisma Literasi, revitalisasi mading, pelatihan jurnalistik, dan pembelajaran bahasa Indonesia. Walaupun kegiatan literasi telah memenuhi standar yang ditetapkan dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, Purwaningsih menekankan pentingnya konsistensi dan evaluasi rutin untuk mencapai tujuan literasi yang berkualitas.




