Pentingnya Kesadaran Kesehatan bagi Perempuan
Surabaya – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kesehatan perempuan, sebuah talk show bertajuk Waspada Kesehatan Perempuan (Women’s Health Matters) diadakan di Galeri LuPuis, Omah Pojok, Gayungsari, Surabaya. Acara ini menghadirkan Inge W. Benjamin, pemilik Omah Pojok, sebagai narasumber pada Selasa (27/5/2025).
Dalam presentasinya, Inge membagikan informasi penting mengenai anatomi tubuh perempuan dan potensi risiko kanker, termasuk kanker rahim dan payudara. Materi tersebut membuat para peserta diskusi merasakan kecemasan, terutama saat membahas kondisi kesehatan yang mungkin mengancam jiwa.
“Sebagai perempuan, kita harus mengenali tubuh kita sendiri. Agar ketika ada ketidakwajaran pada tubuh kita, kita langsung waspada,” ujar Inge, menekankan pentingnya pemahaman diri terhadap kesehatan.
Diskusi juga mengangkat pertanyaan mengenai penyebab kanker dan kemungkinan kesembuhan. Inge menjelaskan bahwa tidak ada kepastian mengenai penyebab kanker dan menegaskan bahwa, “there’s no cure (untuk kanker).” Dia menceritakan pengalaman teman-temannya yang mengidap kanker, di mana beberapa berhasil bertahan hidup cukup lama setelah diagnosis, sementara yang lain tidak.
Menurut Inge, pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat membantu memperpanjang usia pasien, namun hal tersebut memerlukan dukungan fisik dan finansial yang memadai. “Sepanjang fisiknya kuat, dananya ada, upaya apa saja bisa dilakukan untuk bertahan hidup,” tambahnya.
Inge juga mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam menangani pengobatan kanker. Pada saat sakit, baik secara medis maupun spiritual, pencarian kesembuhan merupakan hal yang wajar. Namun, dia mengingatkan agar tidak memaksakan diri dalam menjalani pengobatan yang dapat menimbulkan masalah baru.
Setelah diskusi, Ketua Perempuan Penulis Padma (Perlima), R Wilis, menyatakan bahwa forum seperti ini sangat diperlukan bagi perempuan untuk berbagi pengalaman dan informasi terkait kesehatan reproduksi. “Perempuan sering kali kesulitan mencari teman berbagi jika topiknya adalah kesehatan reproduksi,” tuturnya.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta perempuan dari Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan, yang antusias untuk menyimak paparan mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit yang mengancam perempuan. Selain anggota Perlima, juga hadir peserta umum yang tertarik dengan topik yang dibahas.




