Pemkab Kapuas Hulu Gelar Rakor Terkait Kelangkaan BBM Akibat Gangguan Distribusi
Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Biosolar, dan Pertamax. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan distribusi melalui jalur sungai yang terjadi akibat surutnya debit air, bukan karena penghentian suplai dari Pertamina.
Perwakilan Sam Retail Pertamina Kalbar dan Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa gangguan distribusi berlangsung pada jalur Pontianak – Sanggau – Sintang melalui Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Pengamatan sejak 29 Januari 2026 menunjukkan bahwa ketinggian air berada di bawah batas aman navigasi, yakni 4 meter. Pada 31 Januari 2026, kedalaman air tercatat sekitar 3,55 meter, dan menurun menjadi 2,45 meter pada 17 Februari 2026.
Akibat penurunan kedalaman ini, kapal tanker mengalami kesulitan untuk melanjutkan pelayaran menuju Fuel Terminal (FT) Sintang. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kabupaten Sintang (terutama di Serawai dan Ambalau), Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, serta Kabupaten Kapuas Hulu. Kondisi kritis teridentifikasi pada 13–15 Februari 2026, dengan potensi kekosongan stok di FT Sintang dalam waktu kurang dari 36 jam setelah 15 Februari jika tidak ada tindakan mitigasi yang dilakukan.
Budi menyatakan, meskipun stok BBM tersedia di kapal yang saat ini berada di Sanggau, pembongkaran masih menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam kondisi darurat. Sejumlah langkah mitigasi telah diambil, termasuk penerbitan Surat Pernyataan Keadaan Darurat (SPKD), kajian keselamatan HAZID dan HAZOP untuk opsi direct loading, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mencegah panic buying di SPBU.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Bupati Fransiskus Diaan, telah menyurati Sam Retail Pertamina Kalbar sebagai respons terhadap situasi ini. Selain itu, pada Selasa, 24 Februari 2026, Pemkab Kapuas Hulu akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda, Sam Retail, SBM, OPD terkait, serta seluruh SPBU se-Kapuas Hulu guna membahas langkah-langkah penanganan kelangkaan BBM yang terjadi.
“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk memastikan distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak perlu panik,” tutup Budi.




