Pemberdayaan Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Beasiswa
Sumber Foto: Smart Newsroom
Perspektif

Pemberdayaan Petani Sawit Melalui Pelatihan dan Beasiswa

Dialog Strategis LPM Dukung Pembangunan Ekonomi Desa Berbasis UMKM

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menggelar Dialog Penguatan UMKM Berbasis Sawit di Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan bahwa tantangan global yang mengarah pada potensi krisis ekonomi perlu diantisipasi dengan memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa. Dia menegaskan bahwa peran LPM sangat strategis dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan dialog ini mengusung tema 'Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit'. Dalam sambutannya, Doli Kurnia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk mendukung pengembangan koperasi sebagai langkah penting dalam penguatan ekonomi desa. BPDP, melalui Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Helmi Muhansah, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit.

Helmi menjelaskan bahwa BPDP berupaya mendorong penguatan sektor hulu dan hilir melalui program-program strategis, termasuk peremajaan perkebunan kelapa sawit dan dukungan terhadap UMKM dan koperasi. Selain itu, BPDP juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam industri sawit melalui beasiswa dan pelatihan. Dalam sesi diskusi, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk transformasi UMKM.

Melalui dialog ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat desa.