Pembangunan Infrastruktur Jalan Lamongan Perlu Pemerataan untuk Dorong Ekonomi
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Pembangunan Infrastruktur Jalan Lamongan Perlu Pemerataan untuk Dorong Ekonomi

Kanal News Day - Terakhir, perlu ditekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang inklusif merupakan prasyarat mutlak bagi tercapainya konvergensi ekonomi di Jawa Timur. Sebagai salah satu penyangga utama pangan nasional, Lamongan tidak boleh dibiarkan berjalan dengan "dua kecepatan" yang berbeda—cepat di jalur nasional, namun lambat di jalur kabupaten dan desa. Integrasi antara jalan kabupaten dengan akses tol (seperti rencana tol Gresik-Tuban yang melintasi Lamongan) harus dirancang sedemikian rupa agar jalan-jalan kabupaten berfungsi sebagai feeder yang efektif, bukan sekadar menjadi penonton bagi arus logistik yang hanya melintas di atasnya. Dengan memperkuat konektivitas horizontal antar kecamatan, Lamongan dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru (satelit ekonomi) yang mampu mendistribusikan kesejahteraan secara lebih merata, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terkonsentrasi di sepanjang garis pantai utara, melainkan merasuk hingga ke jantung agraris di wilayah selatan.

Kesenjangan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya ditopang oleh konektivitas yang merata. Meskipun Lamongan memiliki posisi strategis di Jawa Timur dan dilalui jalur nasional Pantura, kualitas jalan kabupaten dan desa masih belum merata, dengan tingkat kemantapan yang belum optimal. Kondisi ini berdampak pada tingginya biaya logistik sektor pertanian dan perikanan, terbatasnya akses layanan publik, serta rendahnya daya tarik investasi di wilayah tertentu. Dalam perspektif teori pertumbuhan ekonomi, infrastruktur jalan merupakan modal publik yang mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong integrasi pasar. Namun, tanpa distribusi pembangunan yang adil, infrastruktur justru dapat memperkuat konsentrasi pertumbuhan di wilayah yang sudah maju dan memperlebar ketimpangan internal. Oleh karena itu, pembangunan jalan di Lamongan perlu diarahkan pada pemerataan berbasis potensi ekonomi lokal, penguatan konektivitas desa sebagai feeder utama, serta peningkatan kualitas konstruksi yang sesuai dengan kondisi geografis. Dengan strategi yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kemantapan jalan tidak hanya akan memperbaiki statistik infrastruktur, tetapi juga mendorong konvergensi ekonomi antarwilayah, menurunkan kemiskinan, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata di seluruh Kabupaten Lamongan.