Pasar Takjil Kertosentono: Pusat Kuliner Ramadan di Ketawanggede
MALANG – Jalan Kertosentono, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berubah menjadi pusat keramaian setiap sore selama Ramadan. Gang yang relatif sempit itu disulap menjadi pasar takjil yang dipadati warga dan mahasiswa untuk berburu hidangan berbuka puasa.
Sejak pukul 16.00 WIB, deretan tenda biru milik Kelurahan Ketawanggede berjajar rapi di sepanjang jalan. Lapak-lapak tersebut menawarkan beragam menu, mulai dari jajanan pasar seperti pastel, risol, bakwan, hingga lumpia, sampai minuman segar dan aneka es kekinian yang diminati pembeli.
Kondisi jalan yang tidak terlalu lebar justru menambah suasana akrab khas permukiman. Pepohonan besar dan tanaman hias di pagar rumah warga menghadirkan nuansa teduh, meski pengunjung harus berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas perlahan.
Memasuki satu jam menjelang berbuka puasa, antrean mulai terlihat di sejumlah lapak. Aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan menjadi daya tarik tersendiri. Mayoritas pembeli merupakan warga sekitar dan mahasiswa yang tinggal di kawasan Ketawanggede, yang dikenal sebagai salah satu wilayah padat hunian kos di Lowokwaru.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, menyesuaikan daya beli mahasiswa dan masyarakat setempat. Hal ini membuat pasar takjil Kertosentono menjadi pilihan praktis bagi mereka yang tidak sempat menyiapkan menu berbuka di rumah atau kamar kos.
Tak sekadar transaksi jual beli, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial. Warga setempat terlibat langsung sebagai pedagang, sementara sebagian lainnya membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan total di gang tersebut. (*)




