Pasar Minggon: Surga Kuliner dan Fesyen di CFD GOR Satria Purwokerto
Ringkasan Berita:
Jalan Prof Dr Soeharjo Purwokerto di kompleks GOR Satria berubah menjadi pasar dadakan, Minggu (8/2/2026).
Pasar yang disebut Pasar Minggon ini hadir setiap hari Minggu saat acara CFD.
Beragam barang dagangan ditawarkan, mulai kuliner, baju, mainan, juga kerajinan tangan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Jalan Prof Dr Soeharso Purwokerto arah menuju GOR Satria berubah menjadi pasar dadakan, Minggu (8/2/2026) pagi.
Jalan sepanjang 1 kilometer itu dipenuhi pedagang yang menjajakan beragam dagangan, dan warga yang sekadar melihat-lihat atau juga berbelanja.
Setiap hari Minggu, jalan tersebut memang ditutup untuk kendaraan bermotor atau car free day (CFD).
Kondisi ini dimanfaatkan pedagang menggelar lapak di sisi kanan, kiri, bahkan tengah jalan.
Mereka menjajakan mulai kuliner, fesyen, kerajinan hingga mainan anak-anak.
Warga menyebut pasar dadakan ini sebagai Pasar Minggon, yang buka setiap hari Minggu, pukul 06.00- 10.00 WIB.
Seorang warga, Yulia (24) mengatakan, mengaku tak pernah melewatkan Pasar Minggon.
Namun, sebelum berbelanja di pasar dadakan itu, dia lebih dulu joging di kompleks GOR Satria Purwokerto.
"Setelah itu, pulangnya cari sarapan atau jajanan di Pasar Minggon."
"Ramai kalau hari Minggu. Jalan ditutup dan penuh pedagang di sepanjang jalan," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Yulia mengatakan, Pasar Minggon menjadi rekomendasi bagi masyarakat yang ingin mencari aneka kuliner di Purwokerto.
Meski begitu, Pasar Minggon tak hanya menyediakan kuliner tetapi juga baju, kerudung, sandal, dan kerajinan.
"Di sini lengkap, gak cuma makanan. Ada juga penjual berbagai kebutuhan mulai harga Rp5.000," ungkapnya.
Warga lain, Yusril (32) mengatakan, dia bersama istri dan anak-anaknya sering datang ke Pasar Minggon.
Dia sengaja datang untuk mencari sarapan.
Setelah itu, ke area GOR Satria untuk berjalan-jalan santai.
"Ya pilihannya banyak. Jadi mau cari makanan apa saja ada di sini," katanya.




