Narasi Jokowi Ancam Copot Prabowo karena Kalah Pamor Dinilai Menyesatkan
Narasi yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mencopot Menteri Pertahanan Prabowo Subianto karena kalah pamor beredar di media sosial. Klaim itu muncul dalam bentuk tangkapan layar video yang diunggah akun Rana O'neil di halaman Facebook Manusia Merdeka pada Minggu, 24 November 2019.
Tangkapan layar tersebut berasal dari video kanal YouTube Pojok Dunia yang diunggah pada 23 November 2019. Pada thumbnail video itu tercantum tulisan “Jokowi Kalah Pamor, Prabowo Terancam Dicopot”, sementara judul videonya “Jokowi Ancam Pecat Prabowo, Ini Alasannya”. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 55 ribu kali.
Dalam unggahannya, akun Rana O'neil menambahkan narasi opini, “Sungguh miris pemerintah zaman now. Bagaimana tanggapan Saudara sebagai rakyat NKRI? Sepertinya kejujuran akan hilang di tubuh pemerintahan.” Unggahan itu tercatat mendapat 249 suka, 184 komentar, dan 126 kali dibagikan.
Penelusuran isi video
Di awal video Pojok Dunia, terdapat cuplikan yang menampilkan juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Cuplikan tersebut berasal dari tayangan Mata Najwa episode “Membawa Jokowi di Jilid 2” segmen “Pemekaran, Jadi Solusi untuk Papua” yang tayang pada 20 November 2019.
Dalam tayangan itu, Fadjroel menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta seluruh menterinya bekerja dengan serius. Jika tidak serius, menteri terkait bisa dicopot di tengah jalan.
Pada momen tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, bertanya, “Bagaimana kalau Pak Prabowo dianggap tidak serius?” Fadjroel menjawab, “Sangat mungkin kalau mengikuti apa perintah Pak Presiden.”
Namun, dalam cuplikan itu tidak ada pernyataan bahwa Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor.
Narasi video merujuk berita lain
Setelah cuplikan wawancara, narator dalam video Pojok Dunia kembali menceritakan diskusi tersebut. Narasi itu merujuk pada pemberitaan yang diambil dari situs Tribunnews berjudul “Jubir Istana Fadjroel Rachman Pastikan Prabowo Subianto Dicopot dari Menhan oleh Jokowi Jika” yang dimuat pada 23 November 2019.
Isi berita tersebut menyatakan Fadjroel menegaskan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju akan dicopot jika tidak serius bekerja, dan Jokowi tidak akan tebang pilih dalam memberi sanksi. Pernyataan itu berlaku untuk semua menteri, termasuk Prabowo. Meski demikian, tidak ada keterangan bahwa ancaman pencopotan itu terkait “kalah pamor”.
Rujukan lain di akhir video
Di bagian akhir, video juga memuat narasi mengenai dorongan Prabowo kepada pemerintah Ghana untuk membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Indonesia. Narasi tersebut bersumber dari berita Tempo.co berjudul “Prabowo Dorong Pemerintah Ghana Beli Alutsista Buatan Indonesia” yang dimuat pada 21 November 2019. Berita itu juga tidak memuat pernyataan bahwa Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran terhadap cuplikan tayangan dan rujukan berita yang digunakan, klaim bahwa Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor dinilai menyesatkan. Pernyataan yang muncul dalam cuplikan tersebut merujuk pada penegasan bahwa menteri yang tidak serius bekerja dapat dicopot, dan hal itu berlaku bagi seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk Prabowo.




