Kesenjangan Pembangunan Ekonomi di Sidoarjo 2020-2024: Analisis dan Tren Pertumbuhan
Kanal News Day - Pembangunan ekonomi daerah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, maupun peningkatan kualitas hidup. Namun pada praktiknya, pembangunan tidak selalu berjalan merata di setiap wilayah. Perbedaan dalam karakteristik ekonomi, akses terhadap infrastruktur, tingkat pendidikan, serta penyebaran investasi kerap menimbulkan kesenjangan pembangunan antarwilayah, bahkan dalam satu daerah administratif yang sama. Fenomena ini menjadi isu penting dalam kajian ekonomi regional karena ketimpangan yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu daerah strategis di Provinsi Jawa Timur yang dikenal sebagai kawasan industri sekaligus daerah penyangga utama Kota Surabaya. Secara geografis, letaknya sangat menguntungkan karena berbatasan langsung dengan Kota Surabaya serta didukung oleh infrastruktur penting seperti jalan tol, jalur kereta api, dan kedekatan dengan Bandara Internasional Juanda. Keunggulan ini menjadikan Sidoarjo sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, dan logistik.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo tahun 2020--2024, perekonomian daerah ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, khususnya setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020. PDRB atas dasar harga konstan tercatat meningkat dari Rp135.305,32 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp169.867,80 miliar pada tahun 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pemulihan ekonomi yang cukup kuat, yang didorong oleh konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi (pembentukan modal tetap bruto), serta meningkatnya aktivitas ekspor barang dan jasa.
Untuk memahami kenapa kesenjangan antarwilayah bisa terjadi, kita bisa melihatnya dari perspektif teori pertumbuhan ekonomi, khususnya teori neoklasik dan hipotesis Kuznets. Teori pertumbuhan neoklasik menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh akumulasi modal, tenaga kerja, dan teknologi. Wilayah yang memiliki investasi dan infrastruktur lebih baik cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan wilayah yang sumber dayanya terbatas. Selain itu, teori polarisasi menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi seringkali terkonsentrasi pada wilayah tertentu yang sudah maju, sehingga dapat memperlebar kesenjangan dengan wilayah yang tertinggal.
PERKEMBANGAN EKONOMI KABUPATEN SIDOARJO 2020--2024
Perkembangan ekonomi Kabupaten Sidoarjo selama periode 2020--2024 menunjukkan dinamika yang cukup signifikan, terutama dalam proses pemulihan pasca pandemi Covid-19. Indikator utama yang digunakan untuk melihat kinerja ekonomi daerah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku (ADHB) maupun atas dasar harga konstan (ADHK). PDRB ADHB menggambarkan nilai ekonomi secara nominal sesuai harga yang berlaku pada tahun tersebut, sedangkan PDRB ADHK menunjukkan pertumbuhan ekonomi riil karena sudah menghilangkan pengaruh inflasi. Oleh karena itu, untuk melihat pertumbuhan yang sebenarnya, PDRB ADHK lebih relevan digunakan.
Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)
Berdasarkan data PDRB ADHK Kabupaten Sidoarjo tahun 2020--2024, nilai PDRB menunjukkan tren peningkatan sebagai berikut:
Pada tahun 2020, perekonomian Sidoarjo mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada perlambatan aktivitas industri, perdagangan, dan jasa. Namun, mulai tahun 2021 terjadi pemulihan yang berlangsung secara bertahap dan konsisten. Selama periode 2020--2024, PDRB riil meningkat sebesar Rp34.562,48 miliar atau sekitar 25,5%. Secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi riil berada pada kisaran 5--6% per tahun setelah tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Sidoarjo cukup resilien dan mampu kembali tumbuh dalam waktu yang relatif cepat setelah mengalami kontraksi.
Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)
Mohon tunggu...
Lihat Financial Selengkapnya




