Kesenjangan Akses Pendidikan di Karangpilang dan Dampaknya terhadap Ekonomi
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Kesenjangan Akses Pendidikan di Karangpilang dan Dampaknya terhadap Ekonomi

Kanal News Day - Dalam teori pertumbuhan endogen yang dikemukakan oleh Paul Romer, pendidikan dipandang sebagai bentuk investasi modal manusia (human capital) yang menentukan produktivitas jangka panjang suatu wilayah. Semakin merata akses pendidikan, semakin besar peluang suatu daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Sebaliknya, apabila akses pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi keluarga, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak terjadi secara merata. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlebar kesenjangan pendapatan dan produktivitas antar kelompok masyarakat.

Jika struktur penyediaan sekolah di Karangpilang tetap didominasi oleh sektor swasta sementara jumlah sekolah negeri tidak bertambah secara signifikan, maka potensi tekanan terhadap akses pendidikan terjangkau akan semakin besar, terutama jika jumlah penduduk usia sekolah meningkat.

Selain jumlah sekolah, kapasitas pendidikan juga tercermin dari jumlah tenaga pendidik yang tersedia. Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2023/2024, jumlah guru Sekolah Dasar (SD) negeri di Kecamatan Karangpilang mencapai 153 orang, sementara pada sekolah swasta tercatat lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yaitu 94 orang. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah guru negeri tercatat 87 orang dan guru swasta 76 orang.

Namun pada jenjang pendidikan menengah atas, seluruh tenaga pendidik berada di sekolah swasta. BPS mencatat bahwa guru SMA swasta terdapat sebanyak 42 orang dan guru SMK swasta sebanyak 30 orang, tanpa adanya guru dari sekolah negeri pada jenjang tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pada tingkat pendidikan lanjutan, peran sektor swasta menjadi sepenuhnya dominan, tidak hanya dari sisi jumlah sekolah tetapi juga dari sisi tenaga pengajar.

Struktur distribusi guru ini memperlihatkan bahwa kapasitas pendidikan di Karangpilang secara signifikan bergantung pada sektor swasta, terutama pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan usia dini. Jika pertumbuhan jumlah murid tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas sekolah negeri, maka tekanan terhadap akses pendidikan terjangkau berpotensi semakin besar di masa mendatang.

Selain jumlah tenaga pendidik, kapasitas pendidikan juga tercermin dari jumlah murid pada setiap jenjang. Data BPS tahun ajaran 2023/2024 menunjukkan bahwa pada jenjang Sekolah Dasar (SD), jumlah murid di sekolah negeri mencapai 4.683 murid. Sementara itu, pada sekolah swasta dan madrasah ibtidaiyah, jumlah murid juga cukup signifikan, menunjukkan bahwa beban layanan pendidikan tersebar pada kedua sektor.

Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah murid negeri tercatat 1.831 murid, sedangkan sekolah swasta menampung 822 murid. Total murid SMP mencapai 2.653 murid, yang menunjukkan tingginya kebutuhan layanan pendidikan menengah pertama di wilayah ini.

Pada jenjang pendidikan menengah atas, seluruh murid berada di sekolah swasta. Jumlah murid SMA swasta meningkat dari 588 menjadi 657 murid dalam satu tahun ajaran, sedangkan murid SMK swasta meningkat dari 274 menjadi 281 murid. Tidak adanya sekolah negeri pada jenjang ini berarti seluruh kebutuhan pendidikan lanjutan ditopang sepenuhnya oleh sektor swasta.

Peningkatan jumlah murid, terutama pada jenjang pendidikan usia dini dan menengah atas, menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan pendidikan di Kecamatan Karangpilang. Jika pertumbuhan jumlah murid tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas sekolah negeri, maka tekanan terhadap akses pendidikan terjangkau akan semakin besar. Kondisi ini berpotensi mempersempit kesempatan bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk mengakses pendidikan tanpa beban biaya yang lebih tinggi.

Selain melihat jumlah murid secara absolut, analisis kapasitas pendidikan juga dapat diperdalam melalui pendekatan rasio murid terhadap guru. Rasio ini penting karena mencerminkan beban pengajaran dan potensi efektivitas proses pembelajaran di dalam kelas. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri, jumlah murid tahun ajaran 2023/2024 tercatat 4.683 murid dengan 247 guru. Secara sederhana, rasio murid terhadap guru berada pada kisaran sekitar 19 murid per guru. Angka ini relatif masih dalam batas ideal apabila distribusi guru merata di setiap sekolah.