Kerusakan Jembatan Tenge Besi Akibat Truk Berat, Pengalihan Arus Lalu Lintas Dilakukan
REDELONG - Jembatan bailey yang terletak di kawasan Tenge Besi, jalur nasional penghubung antara Bireuen dan Takengon, mengalami kerusakan serius meski baru beroperasi kurang dari dua bulan. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, di Kampung Gemasih, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.
Kerusakan pada jembatan diduga disebabkan oleh melintasnya sebuah truk bermuatan berat asal Medan, yang menyebabkan struktur jembatan terganggu. Akibatnya, dua batang besi glogor pada jembatan tersebut patah, sehingga menimbulkan risiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, menyampaikan bahwa laporan awal mengenai kerusakan jembatan diterima dari seorang warga setempat bernama Adami. Insiden ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika truk berat tersebut melintas, menyebabkan badan jembatan terangkat dan tidak lagi dalam kondisi kokoh.
Menanggapi laporan tersebut, aparat kepolisian segera berkoordinasi dengan Babinsa setempat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan. Sementara waktu, kendaraan roda empat dilarang melintasi jembatan karena dua besi glogor sepanjang sekitar dua meter dari arah Umah Besi mengalami patah.
Meskipun demikian, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih terkendali. Pengendara yang melintas dari arah Bireuen menuju Takengon maupun sebaliknya diarahkan untuk menggunakan jalur lama di sisi jembatan sebagai alternatif.
Babinsa Koramil 04 Pintu Rime Gayo, Kopka Suparjo, juga terjun ke lapangan untuk melakukan patroli dan memastikan kondisi keamanan. Ia menegaskan bahwa saat ini jembatan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor, dan kendaraan roda dua saja yang diperbolehkan melintas, sementara mobil masih dianggap belum aman untuk melintasi jembatan tersebut.




