Kemenhub Siagakan Personel dan Alat Berat di Jalur Kereta Api Rawan Bencana
Sumber Foto: ANTARA News
Jalur Berita

Kemenhub Siagakan Personel dan Alat Berat di Jalur Kereta Api Rawan Bencana

Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah mengambil langkah sigap dengan menyiagakan personel dan alat berat di jalur kereta api yang dinilai rawan bencana. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik serta balik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Penempatan Personel dan Alat Berat

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyampaikan bahwa penempatan personel dan alat berat dilakukan di berbagai titik yang sering mengalami bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kondisi tanah yang labil. Fokus pemantauan akan dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya, terutama di lokasi yang berpotensi terjadinya banjir, seperti yang pernah terjadi pada awal tahun ini.

Langkah Penanganan Bencana

Untuk mengurangi risiko bencana, DJKA telah melakukan sejumlah penanganan seperti:

  • Pancang rel
  • Pemasangan cross drain
  • Perkuatan sheet pile baja
  • Normalisasi sungai
  • Pengangkatan elevasi jembatan dan rel

Selain itu, pemantauan juga dilakukan secara real-time melalui CCTV dan sensor yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.

Alat Material untuk Siaga (AMUS)

Di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, DJKA juga telah menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 titik. AMUS berfungsi sebagai alat penanganan darurat di titik-titik rawan bencana ketika situasi darurat terjadi.

Pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus)

Pemantauan dan penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan pihak operator dan pemerintah daerah setempat melalui pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus). Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bencana yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Ramp Check Sarana Perkeretaapian

Allan juga mengungkapkan bahwa DJKA sedang menyelesaikan rangkaian ramp check untuk memastikan kelaikan operasional sarana perkeretaapian. Hingga 21 Februari, ramp check telah dilakukan terhadap 3.571 sarana dari total 4.181 sarana yang direncanakan untuk dioperasikan selama masa angkutan Lebaran. Proses ramp check ini telah dimulai sejak 2 Februari di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian di bawah DJKA.

Standar Pelayanan Minimum dan Posko Harian

Selain ramp check sarana, DJKA juga telah menggelar ramp check untuk standar pelayanan minimum (SPM) di stasiun, serta inspeksi keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian. Posko Harian Bidang Perkeretaapian juga akan didirikan untuk memantau dan memastikan kelancaran pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.

Kapasitas Angkut Kereta Api

Kapasitas angkut kereta api antarkota yang akan tersedia selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 3,58 juta tempat duduk. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dan puncak arus balik pada Selasa, 24 Maret 2026. DJKA merencanakan total sekitar 384 perjalanan kereta api per hari untuk layanan antar kota selama masa angkutan Lebaran.

Allan menghimbau masyarakat untuk menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan balik guna mencegah penumpukan di stasiun. DJKA berkomitmen untuk memastikan bahwa persiapan arus mudik ini dapat berlangsung optimal, sehingga perjalanan masyarakat dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan selamat.