Kedai Aroma Rempah: Menyajikan Sensasi Kuliner Tradisional di Tepi Sungai Cimulu
TASIKMALAYA – Tren kuliner di Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Jika beberapa tahun terakhir masyarakat didominasi tren kedai kopi modern dengan berbagai konsep kekinian, kini muncul fenomena baru yang justru mengangkat kekayaan tradisional Nusantara.
Salah satu yang sedang naik daun dan ramai diperbincangkan adalah Kedai Aroma Rempah Cimulu, tempat kuliner malam yang menawarkan pengalaman berbeda melalui minuman dan hidangan berbasis rempah.
Berlokasi tak jauh dari stasiun Tasikmalaya tepatnya di RAA Wiratanuningrat, Tasikmalaya, Jawa Barat, kedai ini memiliki posisi yang unik karena berada tepat di tepi aliran Sungai Cimulu. Kombinasi suasana alam, udara malam yang sejuk, serta aroma rempah yang khas menciptakan pengalaman bersantai yang tidak biasa bagi para pengunjung.
Dalam beberapa bulan terakhir, nama Kedai Aroma Rempah semakin sering muncul di media sosial. Banyak konten kreator lokal hingga pengunjung biasa membagikan pengalaman mereka menikmati minuman hangat dengan latar suasana malam tepi sungai.
Efek viral tersebut membuat rasa penasaran masyarakat meningkat, sehingga kedai ini hampir selalu dipadati pengunjung, terutama malam hari selepas salat tarawih apalagi di akhir pekan.
Inovasi kuliner berbasis budaya lokal masih memiliki daya tarik besar jika dikemas secara kreatif dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern.
Salah satu pengunjung, Hendi, warga Kampung Cibaregbeg, Kecamatan Cihideung, mengaku dirinya kini sering datang ke Kedai Aroma Rempah bersama teman maupun keluarganya.
Ia bahkan menyebut dirinya merasa ketagihan setelah merasakan efek minuman rempah yang menurutnya lebih nyaman dibandingkan minuman kopi.
Menurutnya, setelah minum Arem (Aroma Rempah), tubuh terasa lebih hangat, ringan, dan segar. Ia juga tidak merasakan keluhan lambung seperti yang kadang muncul ketika terlalu banyak mengonsumsi kopi.
“Jadinya ketagihan ke Arem Cimulu, karena setelah minum arem badan terasa segar, berbeda dengan setelah minum kopi,” ungkapnya saat ditemui TIMES Indonesia, Jumat (20/2/2026) malam.
Tidak sedikit masyarakat yang mulai beralih ke minuman herbal rempah karena dianggap lebih sehat sekaligus memberikan sensasi relaksasi alami.
Konsep utama Kedai Aroma Rempah adalah mengangkat kembali kekayaan rempah Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Nusantara sejak dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan rempah dunia.
Komoditas seperti jahe, kunyit, pala, cengkeh, kayu manis, hingga temulawak pernah menjadi komoditas bernilai tinggi yang mempengaruhi jalannya sejarah global.
Warisan budaya tersebut kini diterjemahkan dalam bentuk kuliner modern. Menu yang disajikan memadukan resep tradisional dengan teknik penyajian kekinian sehingga tetap relevan bagi generasi muda.
Pengunjung dapat merasakan cita rasa kuat, aromatik, dan hangat—ciri khas minuman berbasis rempah yang dahulu identik dengan jamu tradisional, namun kini hadir dalam tampilan modern yang lebih menarik.
Perpaduan antara nilai tradisional dan gaya modern ini menjadi salah satu faktor utama kesuksesan Kedai Aroma Rempah dalam menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu keunggulan utama kedai ini adalah harga yang terjangkau. Minuman rempah dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp15.000, membuatnya dapat dinikmati oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga.
Beberapa menu favorit pengunjung antara lain Arem Jancruk merupakan paduan rempah Jahe Kencur dan Jeruk, kemudian Kunjaruk pauan rempah Kunyit Jahe Jeruk kemudian Temulawak, STMJ (Susu Telur Madu Jahe), Wedang Susu, Sereh Lemon dan Saraba.
Minuman tersebut tidak hanya memberikan sensasi hangat tetapi juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan seperti meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan masuk angin, memperbaiki metabolisme, hingga membantu relaksasi tubuh setelah aktivitas sehari-hari.
Harga terjangkau dengan kualitas rasa yang khas menjadikan kedai ini cepat mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Selain menu, desain tempat menjadi salah satu faktor penting yang membuat Kedai Aroma Rempah terus ramai. Konsep interior mengusung nuansa hangat dan natural ad patung cangkir tanaman hijau menjadikan spot untuk berswafoto apalagi pencahayaan lampu kuning lembut yang menciptakan atmosfer nyaman.
Lokasi di tepi sungai memberikan sensasi berbeda dibandingkan kafe pada umumnya. Suara aliran air, udara malam yang sejuk, serta aroma rempah menciptakan suasana relaksasi alami yang sulit ditemukan di tempat lain.
Dua Mahasiswi Universitas Perjuangan Santi dan Yanti serta pengunjung lainnya, mengaku datang bukan hanya untuk menikmati minuman tetapi juga suasana malam bersama teman-temannya.
“Sengaja saya datang ke Arem untuk menikmati malam, sambil swafoto bersama teman-teman sekampus,” ujar mereka.
Kehadiran spot foto estetik semakin memperkuat daya tarik tempat ini di kalangan generasi muda. Banyak pengunjung datang untuk membuat konten media sosial, yang secara tidak langsung membantu promosi kedai secara organik.
Kedai Aroma Rempah Cimulu Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang sosial bagi masyarakat. Banyak pengunjung memanfaatkan tempat ini untuk berbagai aktivitas seperti berkumpul komunitas, diskusi santai, bekerja menggunakan laptop, hingga sekadar menikmati waktu sendiri dengan minuman hangat.
Konsep ruang terbuka dengan udara alami memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kafe ber-AC. Pengunjung merasa lebih santai dan tidak cepat lelah berada di lokasi dalam waktu lama.
Hal ini menunjukkan bahwa tempat kuliner kini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi makan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial masyarakat urban.
Popularitas Kedai Aroma Rempah mencerminkan tren yang lebih luas, yaitu meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang memiliki identitas budaya kuat.
Di tengah dominasi makanan cepat saji dan minuman kopi modern, konsep berbasis rempah justru menjadi sesuatu yang unik dan berbeda.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner lokal memiliki peluang besar jika dikemas dengan pendekatan kreatif, modern, dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masa kini.
Kehadiran Kedai Aroma Rempah juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor wisata kuliner Tasikmalaya. Selama ini kota ini dikenal dengan kerajinan khas seperti bordir, payung geulis, dan kelom geulis. Namun kini, sektor kuliner juga berkembang pesat dengan munculnya berbagai destinasi makanan kreatif.
Kedai Aroma Rempah Cimulu bukan sekadar tempat makan atau tempat nongkrong biasa. Ia menjadi representasi bagaimana kekayaan budaya kuliner Indonesia dapat dihidupkan kembali melalui inovasi modern yang relevan dengan generasi masa kini.




