Jembatan Putus di Ponorogo, Warga Terpaksa Gunakan Jalur Darurat
PONOROGO - Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, meninjau jembatan penghubung antara Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek yang putus di Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun. Dalam tinjauannya, Lisdyarita menemukan bahwa warga setempat masih menggunakan jembatan darurat untuk menuju Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Trenggalek, meskipun jalur alternatif yang tersedia memaksa mereka untuk memutar sejauh sekitar 20 kilometer.
“Kami prihatin warga masih mengambil risiko. Jembatan sementara tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat bisa berjalan sambil menunggu pembangunan permanen,” ungkap Lisdyarita, pada Jumat (20/2).
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk membantu pembangunan jembatan yang putus tersebut. Lisdyarita mengungkapkan bahwa kepastian bantuan ini diperoleh setelah dilakukan koordinasi dan peninjauan langsung di lokasi jembatan, yang terletak di atas Sungai Jabak.
“Alhamdulillah, Kementerian PU siap membantu pembangunan jembatan ini. Ini menjadi solusi karena lokasinya berada di perbatasan dua kabupaten,” lanjutnya.
Keterlibatan pemerintah pusat ini juga menjadi jawaban atas perdebatan mengenai kewenangan pembangunan yang sebelumnya hangat antara Pemkab Ponorogo dan Pemkab Trenggalek, mengingat posisi jembatan yang berada di wilayah perbatasan kedua daerah.
Lisdyarita menambahkan bahwa pihaknya kini masih menunggu arahan teknis dari kementerian terkait untuk proses pembangunan jembatan permanen.




